Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/u8333639/public_html/ceritadarihutan/system/core/Exceptions.php:271)
Message: Return type of CI_Session_files_driver::open($save_path, $name) should either be compatible with SessionHandlerInterface::open(string $path, string $name): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::close() should either be compatible with SessionHandlerInterface::close(): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::read($session_id) should either be compatible with SessionHandlerInterface::read(string $id): string|false, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::write($session_id, $session_data) should either be compatible with SessionHandlerInterface::write(string $id, string $data): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::destroy($session_id) should either be compatible with SessionHandlerInterface::destroy(string $id): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::gc($maxlifetime) should either be compatible with SessionHandlerInterface::gc(int $max_lifetime): int|false, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Facebook\FacebookApp implements the Serializable interface, which is deprecated. Implement __serialize() and __unserialize() instead (or in addition, if support for old PHP versions is necessary)
Karhutla, Dampaknya Buat Kita dan Apa Yang
Harus Dilakukan
Karhutla atau kebakaran hutan dan lahan
merupakan masalah yang sering terjadi di Indonesia. Selain merusak lingkungan,
karhutla juga menjadi salah satu penyebab perubahan iklim. Dampak karhutla yang
dapat memicu perubahan iklim sebenarnya bisa dirasakan oleh kita semua,
termasuk yang tinggal di perkotaan. Lalu, apa saja dampak karhutla bagi kita
dan apa yang bisa kita lakukan sebagai anak muda perkotaan?
Dampak Karhutla
Karhutla dapat berdampak pada kesehatan
manusia, terutama pada sistem pernapasan. Asap yang dihasilkan dari kebakaran
hutan dan lahan mengandung partikel-partikel berbahaya seperti karbon
monoksida, nitrogen oksida, dan partikel halus. Partikel-partikel ini dapat
masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti
iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, serta masalah pernapasan seperti asma
dan bronkitis. Selain itu, karhutla juga dapat mempengaruhi kualitas udara di
perkotaan. Asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan dapat terbawa
oleh angin dan mencapai kota-kota besar.
Hal ini dapat menyebabkan polusi udara yang
berdampak pada kesehatan manusia dan lingkungan. Dampak karhutla juga dapat
dirasakan pada sektor ekonomi. Kebakaran hutan dan lahan dapat merusak tanaman
dan hutan yang menjadi sumber penghasilan masyarakat. Selain itu, karhutla juga
dapat memicu bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
Data Karhutla di Indonesia
Data dari Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa pada tahun 2021 terjadi 5.929 kebakaran hutan
dan lahan di Indonesia, meningkat dibandingkan dengan tahun 2020 yang tercatat
sebanyak 3.768 kebakaran. Provinsi Riau menjadi provinsi dengan jumlah
kebakaran terbanyak pada tahun 2021, diikuti oleh Sumatera Selatan dan
Kalimantan Tengah. Selain itu, data dari Global Forest Watch menunjukkan bahwa
Indonesia merupakan negara dengan tingkat kehilangan hutan tertinggi di dunia.
Pada tahun 2020, Indonesia kehilangan 1,6 juta hektar hutan primer dan sekunder.
Kehilangan hutan ini dapat berdampak pada lingkungan dan iklim global.
Mayoritas orang Indonesia (80%) mengaku sangat
khawatir atau khawatir tentang tingkat deforestasi di Indonesia. Mayoritas
orang Indonesia juga berpikir bahwa deforestasi sangat merugikan atau cukup
merugikan bagi warga di seluruh Indonesia (89%), orang yang tinggal di dekat
hutan (87%), pemerintah daerah tempat hutan berada (77%), pemerintah pusat atau
nasional (77%), dan pengusaha yang telah berinvestasi untuk membuka hutan (59%).
Orang Indonesia paling sering mengatakan bahwa banjir (71%), longsor (68%), dan
kehilangan cadangan air (46%) adalah tiga kekhawatiran terbesar mereka tentang
deforestasi. Namun, mayoritas orang Indonesia (60%) mengatakan bahwa menebang
area hutan yang lebih besar di Indonesia dibenarkan jika itu untuk membangun
infrastruktur publik (32%), mengangkat lebih banyak orang dari kemiskinan
(17%), meningkatkan pendapatan orang (15%), membuka lebih banyak lapangan kerja
(14%), dan/atau meningkatkan pendapatan negara (4%).
Dari data-data tersebut, dapat disimpulkan
bahwa karhutla dan deforestasi masih menjadi masalah serius di Indonesia. Oleh
karena itu, diperlukan aksi nyata untuk mengurangi dampak karhutla dan
deforestasi di Indonesia. Selain itu, studi tersebut juga menunjukkan bahwa 81%
orang Indonesia sangat khawatir atau khawatir tentang kebakaran hutan di
Indonesia saat ini, dan 63% berpikir bahwa kebakaran hutan disebabkan terutama
oleh aktivitas manusia.
Aksi yang Bisa Dilakukan
Sebagai anak muda perkotaan, kita juga dapat
berkontribusi dalam mengurangi dampak karhutla dan perubahan iklim. Berikut
adalah beberapa aksi yang bisa dilakukan:
·
Mengurangi penggunaan kertas dan plastik: Kertas dan plastik berasal dari
bahan-bahan yang berasal dari hutan. Dengan mengurangi penggunaannya, kita
dapat membantu mengurangi tekanan pada hutan.
·
Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi: Penggunaan kendaraan pribadi dapat
meningkatkan emisi gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim. Kita
dapat mengurangi penggunaannya dengan menggunakan transportasi umum atau
berjalan kaki jika memungkinkan.
·
Mendukung produk ramah lingkungan: Kita dapat memilih produk yang ramah
lingkungan seperti produk yang menggunakan bahan daur ulang atau bahan organik.
·
Mengurangi konsumsi daging: Produksi daging dapat menyebabkan deforestasi
dan emisi gas rumah kaca yang tinggi. Kita dapat mengurangi konsumsinya dengan
memilih makanan nabati atau mengurangi konsumsi daging.
·
Mendukung kampanye penghijauan: Kita dapat mendukung kampanye penghijauan
dengan menanam pohon atau mendukung program penghijauan yang ada.
Kesimpulan
Karhutla merupakan masalah yang sering terjadi
di Indonesia dan dapat berdampak pada lingkungan dan kesehatan manusia. Dampak
karhutla yang dapat memicu perubahan iklim sebenarnya bisa dirasakan oleh kita
semua, termasuk yang tinggal di perkotaan. Sebagai anak muda perkotaan, kita
juga dapat berkontribusi dalam mengurangi dampak karhutla dan perubahan iklim
dengan melakukan aksi-aksi yang ramah lingkungan. Dengan melakukan aksi-aksi
tersebut, kita dapat membantu menjaga lingkungan dan iklim global untuk
generasi yang akan datang.