Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/u8333639/public_html/ceritadarihutan/system/core/Exceptions.php:271)
Message: Return type of CI_Session_files_driver::open($save_path, $name) should either be compatible with SessionHandlerInterface::open(string $path, string $name): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::close() should either be compatible with SessionHandlerInterface::close(): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::read($session_id) should either be compatible with SessionHandlerInterface::read(string $id): string|false, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::write($session_id, $session_data) should either be compatible with SessionHandlerInterface::write(string $id, string $data): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::destroy($session_id) should either be compatible with SessionHandlerInterface::destroy(string $id): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::gc($maxlifetime) should either be compatible with SessionHandlerInterface::gc(int $max_lifetime): int|false, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Facebook\FacebookApp implements the Serializable interface, which is deprecated. Implement __serialize() and __unserialize() instead (or in addition, if support for old PHP versions is necessary)
Ekosistem merupakan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang terjadi secara terus menerus. Manusia termasuk ke dalam bagian ekosistem yang memiliki perannya sendiri. Ekosistem terdiri dari komponen biotik (benda hidup) dan abiotik (benda mati) yang saling memengaruhi dengan lingkunganya. Komponen abiotik terdiri dari unsur-unsur fisik (lingkungan) dan unsur kimia seperti tanah, udara, sinar matahari, suhu, air dan lainnya. Komponen biotik meliputi manusia, hewan dan tumbuhan yang kemudian dibedakan menjadi 3 golongan yaitu produsen, konsumen dan dekomposer. Lingkungan dan makhluk hidup saling berinteraksi, membentuk hubungan timbal balik yang saling memengaruhi satu sama lain. Setiap interaksi yang terjadi akan membentuk suatu rangkaian proses yang terjadi terus-menerus seperti rantai makan, lingkaran energi, serta perkembangan dan evolusi.
Dalam ekosistem terjadi proses lingkaran energi yang melibatkan produsen, konsumen dan dekomposer. Nutrisi yang ada di alam akan diserap oleh produsen untuk menghasilkan makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari. Beberapa produsen kemudian dimakan oleh konsumen sebagai sumber makanan. Produsen yang tidak dimakan akan tumbuh hingga kemudian mati. Konsumen juga kemudian akan mati. Makhluk hidup yang mati akan menjadi bangkai. Setelah menjadi bangkai, dekomposer akan melakukan perannya untuk mengurai makhluk hidup yang telah mati. Senyawa kimia hasil dekomposer akan kembali menjadi nutrisi yang kemudian akan diserap kembali oleh produsen. Rantai makanan yang terjadi mempengaruhi bagaimana proses kehidupan di alam. Produsen sebagai sumber makanan akan dimakan oleh konsumen tingkat I (herbivora), lalu konsumen tingkat I akan dimakan oleh konsumen tingkat II (karnivora), kemudian konsumen tingkat II akan dimakan oleh konsumen tingkat III (omnivora). Manusia juga memiliki perannya sebagai konsumen tingkat atas sebagai puncak rantai makanan bersama beberapa satwa seperti singa, harimau, elang dan hiu. Rantai makanan menunjukkan keterkaitan setiap makhluk hidup serta pentingnya keseimbangan populasi yang ada di alam. Apabila dalam satu rantai terputus maka akan meningkatkan jumlah poulasi jenis lain yang kemudian menyebabkan masalah dalam ekosistem. Perkembangan dan evolusi terjadi akibat perubahan yang ada di alam. Proses pertumbuhan dan perkembangan setiap makhluk hidup dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggalnya. Apabila makhluk hidup tersebut hidup di tempat yang sesuai dengan habitatnya maka ia dapat berkembang dengan baik. Namun, apabila ia hidup di lingkungan yang tidak sesuai dengan habitatnya maka akan terjadi perubahan pada dirinya menyesuaikan lingkungannya. Perubahan yang begitu besar dan terjadi terus menerus akan menyebabkan makhluk hidup tersebut berevolusi menyesuaikan lingkungan barunya.
Perubahan ekosistem mulai terjadi seiring berjalannya waktu. Keinginan berlebihan yang dimiliki manusia menciptakan ketidakseimbangan dalam ekosistem yang kemudian memunculkan Egosistem. Egosistem merupakan tindakan dimana manusia melakukan eksploitasi atau mengambil sumber daya alam secara berlebihan dan tidak bertanggungjawab untuk kepentingan diri sendiri, sehingga menyebabkan kerusakan pada ekosistem. Pada awalnya, sebagian masyarakat hanya mengambil hasil alam secukupnya untuk bertahan hidup. Namun, kebutuhan yang semakin bertambah dan rasa keinginan untuk mendapatkan hasil yang lebih membuat manusia memilih menggunakan sumber daya alam tanpa melihat dampak panjang yang akan terjadi di masa yang akan datang. Hal yang sering kita temui adalah pembukaan lahan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu untuk membuat perkebunan khusunya sawit. Pembukaan lahan terus mengikis kawasan hutan yang ada, menyebabkan berkurangnya wilayah kawasan hutan sebagai habitat makhluk hidup. Perburuan liar juga menjadi ancaman dalam kerusakan ekosistem. Perburuan pada satwa tingkat atas seperti harimau akan menyebabkan kenaikan populasi pada beberapat satwa seperti babi hutan. Kenaikan populasi yang tidak terkontrol menyebabkan ketidakseimbangan antara mangsa dan predator, sehingga babi hutan menjadi hama bagi masyarakat sekitar. Penebangan pohon untuk diambil kayunya, tumbuhan obat serta tumbuhan obat yang ada di hutan, apabila diambil terus menerus tanpa ada kontrol maka dapat menyebabkan hilangnya sumber daya alam sehingga tidak dapat digunakan kembali.
Manusia memiliki keterkaitan yang erat dengan ekosistem karena manusia cenderung mengguanakan hasil alam dalam kehidupan. keterlibatan manusia akan memengaruhi perubahan yang terjadi sehingga perlu disadari bahwa manusia memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem. Manusia dapat mengguankan sistem Study-Use-Save dalam menjaga ekosistem. Pola ini mengajarkan kita untuk mempelajari sumber daya alam yang ada, sehingga mendapatkan ilmu baru yang bisa digunakan dalam proses menjaga sumber daya alam yang tersedia. Selanjutnya gunakan sumber daya alam yang ada secukupnya sehingga sumber daya alam tersebut dapat digunakan berulang-ulang dan tidak mengalami kepunahan. Kemudian menjaga sumber daya alam yang ada agar tidak rusak atau bahkan hilang sehingga dapat digunakan lalu dipelajari kembali untuk mendapatkan ilmu baru. Proses Study-Use-Save akan terjadi secara berulang sehingga sumber daya alam dapat terus terjaga. Dengan pola tersebut, kita dapat menyeimbangkan kebutuhan kita dengan alam secara baik, serta menumbuhkan nilai ekonomi dengan memanfaatkan hasil alam sesuai dengan kegunaannya tanpa melakukan eksploitasi.