Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/u8333639/public_html/ceritadarihutan/system/core/Exceptions.php:271)
Message: Return type of CI_Session_files_driver::open($save_path, $name) should either be compatible with SessionHandlerInterface::open(string $path, string $name): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::close() should either be compatible with SessionHandlerInterface::close(): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::read($session_id) should either be compatible with SessionHandlerInterface::read(string $id): string|false, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::write($session_id, $session_data) should either be compatible with SessionHandlerInterface::write(string $id, string $data): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::destroy($session_id) should either be compatible with SessionHandlerInterface::destroy(string $id): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::gc($maxlifetime) should either be compatible with SessionHandlerInterface::gc(int $max_lifetime): int|false, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Facebook\FacebookApp implements the Serializable interface, which is deprecated. Implement __serialize() and __unserialize() instead (or in addition, if support for old PHP versions is necessary)
Ekosistem, Bukan Egosistem: Menjaga
Keseimbangan Alam dari Diri Sendiri
Karya : Khoitil Aswadi
Hari ini, aku pergi ke hutan untuk
berjalan-jalan. Aku menyusuri jalur yang sudah aku kenal sejak kecil. Namun,
kali ini, aku merasa ada yang berbeda. Hutan yang dulu hijau dan rimbun, kini
terlihat kering dan gersang. Beberapa pohon yang dulu tumbuh subur, kini sudah
mati. Aku merasa sedih dan bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan hutan ini? Aku
bertemu dengan seorang pemandu wisata yang mengajakku berbicara tentang
ekosistem dan egosistem. Menurutnya, ekosistem adalah suatu sistem yang terdiri
dari makhluk hidup dan lingkungannya yang saling terkait dan saling
mempengaruhi. Sedangkan egosistem adalah suatu sistem yang hanya memikirkan
kepentingan diri sendiri tanpa memperhatikan lingkungan sekitarnya.
Menurut pemandu wisata itu, manusia seringkali
berperilaku seperti egosistem. Kita hanya memikirkan kepentingan diri sendiri
tanpa memperhatikan dampak yang ditimbulkan pada lingkungan sekitar. Kita seringkali
merusak alam demi kepentingan kita sendiri, tanpa memikirkan dampak jangka
panjang yang akan terjadi.Aku merenungkan kata-kata pemandu wisata itu. Aku
menyadari bahwa aku juga seringkali berperilaku seperti egosistem. Aku
seringkali membuang sampah sembarangan, menggunakan bahan-bahan yang tidak
ramah lingkungan, dan tidak memperhatikan dampak dari perilaku yang aku
lakukan.
Namun, aku tidak ingin terus berperilaku
seperti itu. Aku ingin berubah dan mulai memikirkan ekosistem. Aku ingin
menjaga keseimbangan alam dari diri sendiri. Namun, aku tidak tahu harus mulai
dari mana.Pemandu wisata itu memberikan beberapa saran untuk memulai perubahan.
Pertama, kita harus mulai dengan diri sendiri. Kita harus memperhatikan
perilaku kita sehari-hari dan mencoba untuk mengurangi dampak negatif yang
ditimbulkan pada lingkungan sekitar. Kita bisa memulai dengan membuang sampah
pada tempatnya, menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, dan mengurangi
penggunaan plastik.
Kedua, kita bisa bergabung dengan komunitas yang
peduli pada lingkungan. Kita bisa bergabung dengan komunitas yang melakukan
aksi-aksi lingkungan, seperti membersihkan pantai atau menanam pohon. Dengan
bergabung dengan komunitas, kita bisa belajar dari orang lain dan memperluas
jaringan kita. Ketiga, kita bisa memilih produk-produk yang ramah lingkungan.
Kita bisa memilih produk yang menggunakan bahan-bahan daur ulang atau produk
yang diproduksi dengan cara yang ramah lingkungan.
Aku merasa terinspirasi oleh saran-saran
pemandu wisata itu. Aku ingin mulai berubah dan memikirkan ekosistem. Aku ingin
menjaga keseimbangan alam dari diri sendiri. Aku memutuskan untuk bergabung
dengan komunitas yang peduli pada lingkungan. Aku bergabung dengan komunitas
yang melakukan aksi-aksi lingkungan, seperti membersihkan pantai atau menanam
pohon. Aku belajar banyak dari orang-orang di komunitas itu. Aku belajar
tentang cara-cara untuk menjaga lingkungan sekitar dan memperluas jaringan
sosialku.
Aku juga mulai memilih produk-produk yang
ramah lingkungan. Aku memilih produk yang menggunakan bahan-bahan daur ulang
atau produk yang diproduksi dengan cara yang ramah lingkungan. Aku merasa bahwa
dengan memilih produk-produk yang ramah lingkungan, aku juga ikut menjaga
keseimbangan alam. Aku merasa senang dengan perubahan yang aku lakukan. Aku
merasa bahwa aku sudah mulai memikirkan ekosistem dan bukan egosistem. Aku
merasa bahwa aku sudah mulai menjaga keseimbangan alam dari diri sendiri.
Saat aku kembali ke hutan, aku merasa ada yang
berbeda. Hutan yang dulu kering dan gersang, kini terlihat hijau dan rimbun.
Beberapa pohon yang dulu mati, kini sudah tumbuh kembali. Aku merasa senang dan
bangga dengan perubahan yang terjadi. Aku menyadari bahwa kita dan alam adalah
satu ekosistem yang saling terhubung. Kita harus memikirkan ekosistem dan bukan
egosistem. Kita harus menjaga keseimbangan alam dari diri sendiri. Kita harus
mulai berubah dan memikirkan dampak dari perilaku kita pada lingkungan sekitar.
Kita harus mulai menjaga keseimbangan alam dari diri sendiri.