Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/u8333639/public_html/ceritadarihutan/system/core/Exceptions.php:271)
Message: Return type of CI_Session_files_driver::open($save_path, $name) should either be compatible with SessionHandlerInterface::open(string $path, string $name): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::close() should either be compatible with SessionHandlerInterface::close(): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::read($session_id) should either be compatible with SessionHandlerInterface::read(string $id): string|false, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::write($session_id, $session_data) should either be compatible with SessionHandlerInterface::write(string $id, string $data): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::destroy($session_id) should either be compatible with SessionHandlerInterface::destroy(string $id): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::gc($maxlifetime) should either be compatible with SessionHandlerInterface::gc(int $max_lifetime): int|false, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Facebook\FacebookApp implements the Serializable interface, which is deprecated. Implement __serialize() and __unserialize() instead (or in addition, if support for old PHP versions is necessary)
Sebagai manusia, tentunya kita saling berdampingan dengan makhluk hidup lain di alam semesta ini. Tidak hanya berdampingan, kita juga mengalami interaksi dengan makhluk hidup lain maupun lingkungan. Sehingga kita mengenal hal ini dengan istilah ekosistem. Dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup di dalamnya mengalami hubungan timbal balik yang menguntungkan bagi keberlangsungan hidup dan hubungan ini akan terjadi secara terus menerus.
Manusia sebagai makhluk hidup yang posisinya berada pada puncak rantai makanan sering kali tidak dapat mengendalikan dirinya yang eksploitatif dalam memenuhi kebutuhan hidup. Hal ini menyebabkan hubungannya dengan makhluk hidup lain maupun lingkungan menjadi tidak baik karena sifat egosentrisme. Sifat dan perilaku yang seperti ini dinamakan egosistem. Menurut Rimba Makmur Utama, egosistem merupakan sebuah tindakan di mana manusia melakukan eksploitasi alam secara tidak bertanggung jawab untuk kepentingan dirinya semata tanpa memikirkan keseimbangan ekosistem sehingga mengakibatkan berbagai kehancuran oleh tindakannya.
Secara garis besar kita sudah mengetahui perbedaan antara ekosistem dan egosistem. Namun, dalam realitanya tidak sesederhana yang dibayangkan. Berikut perbedaan yang dapat kita lihat lebih jauh:
Gambar 1. Egosistem vs Ekosistem
Sumber: Rimba Makmur Utama
Berdasarkan hal-hal di atas, dapat kita pahami bahwa sifat dan perilaku egosistem sangat merugikan bagi keseimbangan hidup. Hal ini dapat kita buktikan dalam tergerusnya hutan tropis yang diakibatkan oleh perilaku manusia dimana ketika pertumbuhan atau bertambahnya populasi manusia akan menyebabkan meningkatnya daya konsumsi dan akan mempengaruhi pertumbuhan flora dan fauna yang ada di dalamnya. Ketika pertumbuhan dan perkembangan flora maupun fauna ini berubah dan menjadi terbatas, tentunya hal ini akan mengancam keberlangsungan hidup karena rusaknya ekosistem yang menyebabkan kehancuran dan mengancam peradaban. Oleh karena itu, penting sekali untuk kita sebagai manusia mengubah pola pikir dan perilaku dari egosistem menjadi ekosistem.
Hal yang dapat kita lakukan untuk memiliki pola pikir ekosistem bisa kita mulai dari berpikir untuk tidak takut sendiri. Karena kita adalah bagian dari ekosistem, bagian dari alam semesta yang besar dan terkoneksi. Kita bisa menerima cinta dari pohon, tumbuhan, hewan dan keseluruhan ekosistem. Bahkan, apapun yang kita lakukan akan berdampak bagi alam semesta karena kita saling terkoneksi. Dari tindakan tidak takut sendiri, kita dapat belajar bahwa mulai dari diri sendiri kita bisa untuk memulai menerapkan hidup yang adil dan berimbang. Terkoneksi dengan banyak orang untuk memberikan dampak yang positif bagi lingkungan.
Selain itu, hal-hal lain yang dapat kita lakukan agar terciptanya pola pikir ekosistem yaitu dengan bersatu untuk merawat dan menyeimbangkan ekosistem melalui aksi-aksi positif. Dapat kita mulai aksi sederhana dengan mengubah kebiasaan sehari-hari yang konsumtif terhadap hal-hal yang dapat merusak ekosistem, seperti mengubah perilaku menggunakan kendaraan bermotor yang menghasilkan emisi karbon dan polutan dengan beralih menggunakan sepeda maupun berjalan kaki. Memadukan dan menyelaraskan kepentingan alam maupun komunitas serta menumbuhkan nilai ekonomi dengan menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan bersama juga merupakan salah satu tindakan positif yang dapat merubah pola pikir kita dari egosistem menjadi ekosistem untuk menciptakan masa depan yang lebih nyaman (Rimba Makmur Utama, 2023).
Rimba Makmur Utama. Menjaga Keseimbangan Ekosistem Ala RMU, Ekosistem Bukan Egosistem. https://rimbamakmurutama.com/ecosystem-restoration/. Diakses tanggal 3 November 2023