Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/u8333639/public_html/ceritadarihutan/system/core/Exceptions.php:271)
Message: Return type of CI_Session_files_driver::open($save_path, $name) should either be compatible with SessionHandlerInterface::open(string $path, string $name): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::close() should either be compatible with SessionHandlerInterface::close(): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::read($session_id) should either be compatible with SessionHandlerInterface::read(string $id): string|false, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::write($session_id, $session_data) should either be compatible with SessionHandlerInterface::write(string $id, string $data): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::destroy($session_id) should either be compatible with SessionHandlerInterface::destroy(string $id): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Return type of CI_Session_files_driver::gc($maxlifetime) should either be compatible with SessionHandlerInterface::gc(int $max_lifetime): int|false, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice
Message: Facebook\FacebookApp implements the Serializable interface, which is deprecated. Implement __serialize() and __unserialize() instead (or in addition, if support for old PHP versions is necessary)
Dalam Undang-Undang Menurut UU no. 23 tahun 1997 Ekosistem adalah:
"Tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup."
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Ekosistem diartikan sebagai keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan ekologi dalam alam. Mudahnya Ekosistem adalah hasil interaksi terus menerus antara makhluk hidup dengan lingkungannya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Nah sekarang apa sih Ego-sistem itu?
Ego-sistem merupakan suatu tindakan di mana manusia melakukan eksploitasi terhadap alam secara tidak bertanggungjawab dan untuk kepentingan dirinya semata tanpa memikirkan keseimbangan ekosistem dan dampak buruk yang dapat terjadi akibat dari perbuatannya, sehingga mengakibatkan berbagai kehancuran dan kerusakan akibat dari tindakannya.
Di bumi kita ini dihuni oleh berbagai makhluk hidup yang hidup saling berdampingan dan saling terhubung dengan satu sama lain dan sudah seharusnya kita menjaga hubungan baik dengan alam, karena alam telah memberikan kita semua kebutuhan hidup yang kita butuhkan mulai dari makanan, udara yang bersih, dan air yang kita butuhkan untuk bertahan hidup di bumi ini. Tanpa alam, kita tidak akan bisa bertahan.
Sebagai manusia kita mempunyai 3 hal yang harus dijaga yaitu tubuh, bumi, dan jiwa. Karena tanpa bumi yang sehat, kita ga akan punya tubuh dan jiwa yang sehat disebabkan oleh lingkungan yang tidak menyehatkan. Tanpa jiwa yang sehat, tak akan ada niatan untuk memulai hal baik untuk Bumi dan tubuh dan tanpa tubuh yang sehat, usaha menyehatkan Bumi dan jiwa tidak akan terlaksana.
Oleh karena itu kita sebagai manusia tidak seharusnya mengeksploitasi alam tanpa batas. Karena sesungguhnya manusia merupakan bagian dari ekosistem alam, bukan sesuatu yang terpisah dan berada di tingkat paling atas, sehingga kita sebagai manusia tidak boleh semena-mena dan wajib melestarikan alam.
Akan tetapi kenyataannya saat ini terjadi berbagai degradasi ekosistem yang sebagian besarnya diakibatkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab sehingga menyebabkan berbagai macam kerusakan mulai dari perubahan iklim, punahnya keanekaragaman hayati, kurangnya air bersih dan timbulnya bencana yang dapat membahayakan mahluk hidup disekitarnya.
Lalu apa aja sih yang bisa kita lakukan untuk menerapkan pola pikir yang “ekosistem” agar kita terhindar dari pola pikir yang “ego-sistem”
Kita bisa mulai dari diri kita sendiri loh! Kita bisa pertimbangkan, berkomitmen, dan ambil tindakan nyata melalui hal-hal berikut:
1. Kurangi Penggunaan Plastik
Dengan menggunakan tas belanja kain, membawa botol minum, dan hindari produk plastik yang sulit terurai.
2. Hemat Energi
Dengan mematikan perangkat listrik yang tidak digunakan, menggunakan lampu hemat energi, dan mempertimbangkan untuk menggunakan energi terbarukan jika memungkinkan.
3. Dukung Produk Berkelanjutan
Memilih produk yang diproduksi secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.
4. Menanam Pohon
5. Kurangi Pemborosan Makanan
Kita bisa mulai dengan merencanakan belanja dan memasak sesuai kebutuhan dan jika terdapat sisa makanan kita bisa mengolahnya dengan mendaur ulang atau menjadikan kompos.
6. Dukung Organisasi Lingkungan
Baik berpartisipasi langsung atau memberikan dukungan.
7. Kurangi Mobilitas Berbasis Bahan Bakar Fosil
Pertimbangkan untuk menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki
8. Kelola Sampah dengan Benar
Memilah sampah organik, anorganik, dan mendaur ulang sampah
Kita juga bisa memilih ekowisata sebagai tempat “healing” selain mendapatkan udara yang segar dengan pemandangan alam yang menyejukkan kita juga bisa belajar kebudayaan baru serta meningkatkan kepedulian kita terhadap alam loh! Dan hal ini bisa sekaligus membantu perekonomian warga setempat. Tapi jangan lupa perhatikan hal-hal berikut ya sebelum berekowisata:
1. Jangan mengotori
2. Tidak mengukir pepohonan ataupun corat-coret
3. Memotong dan membawa pulang kayu
4. Merusak tanaman
5. Berburu satwa
6. Merokok
7. Menyalakan api
Kita juga bisa memanfaatkan sosial media kita dengan menyebarluaskan hal positif mengenai lingkungan agar semakin banyak orang yang turut ambil bagian.