Menyusuri Hutan Lahan Basah di Sungai Seruyan

Dipublikasikan oleh admin pada 14 Feb 2022

Selain kamu dan dia, ternyata hutan dan air juga bisa bersatu lho! Namanya hutan lahan basah, yang termasuk mangrove, gambut, dan rawa. Di awal bulan Februari 2022 ini, tim HII berkesempatan berkunjung ke Sungai Seruyan bersama tim Rimba Raya Conservation. Sungai Seruyan adalah sebuah sungai yang melintasi dan mengalir di wilayah Kabupaten Seruyan, provinsi Kalimantan Tengah. Sungai ini berada dekat dengan kawasan yang dikelola oleh Rimba Raya Conservation, perusahaan yang mengelola perlindungan dan pemulihan ekosistem hutan rawa gambut dengan prinsip pengelolaan hutan lestari (ekologi, ekonomi dan sosial) atau biasa disebut restorasi ekosistem, bersama pengembangnya, InfiniteEARTH. 

Kampanye Rimba Raya: Masyarakat Berdaya, Hutan Sehat, Iklim Terjaga (Foto: Tian-HII)

Kak Tian dan Kak Bagas dari Hutan Itu Indonesia diajak oleh tim Rimba Raya menyusuri Sungai Seruyan untuk menikmati keindahan hutan dan mengambil beberapa dokumentasi foto dan video hutan di sepanjang Sungai Seruyan. Dengan menggunakan kapal klotok, total ada 6 orang yang ikut menyusuri Sungai yang terdiri dari 2 tim Rimba Raya, 2 tim HII dan 2 awak kapal. 

Wefie bersama di klotok (foto: Bagas – HII)

Perjalanan dimulai pagi hari, pukul 07.30 WIB dari tepat di belakang kantor Rimba Raya yang langsung menghadap Sungai Seruyan. Perjalanan kami hanya sampai ke kawasan lantasan, kawasan jalur tembusan sungai yang memotong jalur sungai yang melengkung. Di sepanjang perjalanan, kami melewati Jembatan Merah Seruyan dan melihat hijaunya pepohonan di pinggir sungai yang didominasi oleh pohon bakau. Tak jarang kami menemui jenis semak belukar dan eceng gondok yang terbawa arus sungai. Kami juga menemukan kawanan Bekantan (Nasalis larvatus), primata endemik Kalimantan yang saat ini statusnya masuk kedalam kategori endangered species (IUCN Red List).

Baca Juga : Don’t Look Up Menjadi Salah Satu Film Terlaris di Netflix, Cek Faktanya yuk!

Seekor Bekantan sedang makan di pucuk pepohonan sepanjang Sungai Seruyan (foto: Bagas – HII)

Di sepanjang perjalanan menyusuri sungai, beberapa warga di sepanjang Sungai Seruyan melakukan aktivitas memancing, beberapa menggunakan speedboat dan terlihat juga kapal transportasi air dari Kuala Pembuang ke Pembuang Hulu, untuk dapat menaiki kapal transportasi ini kita perlu merogoh kocek sekitar 70-ribuan rupiah. Area hutan yang dijaga oleh Rimba Raya seluas kurang lebih 47 ribu hektar, atau setengah lebih luas Singapura. Sebagian besar hutan tersebut berada di sebelah timur Taman Nasional Tanjung Puting dan berdampingan dengan area pemukiman (desa) masyarakat serta area penggunaan lain yang mayoritas adalah perkebunan sawit.

Hutan rawa di sepanjang Sunyai Seruyan (foto: Bagas – HII)

Setelah mendapatkan cukup dokumentasi foto dan video hutan, kami akhirnya kembali ke kantor Rimba Raya sekitar pukul 10.30 WIB. Perjalanan pulang diiringi dengan hujan deras sehingga kami perlu menggunakan terpal untuk menutupi kami dan badan kapal. Sesampainya di kantor Rimba Raya, kami beristirahat kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama tim komunikasi Rimba Raya, Kak Melita dan Kak Restu, tentang bagaimana mengopimalkan penjagaan hutan di lapangan yang bersinergi dengan kampanye ke publik supaya semakin banyak orang kota tahu urgensi menjaga hutan walau dari jauh. 

***

Penulis: Abdul Bagas Alkatiri

Penyunting Akhir: Christian Natalie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2024 Hutan Itu Indonesia. All Rights Reserved.
cross