Membuat Hutan Lewat Kompetisi Desain Hutan Perhutana, Hutan Kolektif Pertama di Dunia

Dipublikasikan oleh admin pada 29 Sep 2022

Salah satu sisi area yang nantinya akan diproyeksikan sebagai hutan Perhutana, di Jatiwangi, Majalengka. Dokumentasi Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari.

Jakarta, 29 September 2022. Perusahaan Hutan Tana Raya (Perhutana) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Jatiwangi art Factory, Yayasan Tunas Nusa Lestari, Hutan Itu Indonesia dan Restor menyelenggarakan kompetisi desain hutan Perhutana tingkat internasional. Kompetisi desain hutan Perhutana bertujuan mendapatkan alternatif ide, inovasi, saran, dan visi hutan koletif.

Perhutana merupakan aksi kolektif pertama di dunia sekaligus eksperimental dalam menumbuhkan hutan baru dengan metode kavling properti di area seluas 8 ha yang terletak di Jatiwangi, Majalengka, inisiasi ini dimotori awalnya oleh komunitas seni dan budaya Jatiwangi art Factory. Kompetisi desain hutan Perhutana dibuka mulai 28 September dan akan ditutup pada 11 November 2022, kompetisi ini terbuka bagi peserta umum dan profesional dengan skema grup. 

Bupati Majalengka, Dr. H. Karna Sobahi, M.M.Pd menyambut baik adanya kompetisi desain hutan Perhutana, ia mengatakan, “Sebagai pemangku kebijakan di Pemerintah Kabupaten Majalengka akan memasukan inisiatif Perhutana sebagai salah satu proyek strategis ke dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Jatiwangi. Pemerintah Majalengka juga akan mengupayakan penambahan wilayah hutan raya untuk menjaga kelestarian penghidupan masyarakat dan ekosistem Majalengka yang harus menerima tekanan pembangunan infrastruktur besar, industrialisasi, dan urbanisasi khususnya tumbuhnya kawasan metropolitan Rebana. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja, Dipl., S.E., M.Eng menyebutkan dalam paparan utamanya saat peluncuran kompetisi desain hutan yang dilaksanakan melalui Zoom, “Diperlukan adanya kolaborasi pentahelix dalam menjawab tantangan masalah manajemen kehutanan saat ini mulai dari akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. 

Paparan Sekretariat Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja pada peluncuran kompetisi desain hutan Perhutana.

Setiawan kembali menambahkan, “Di Jawa Barat sendiri  terdapat 8 pintu rezeki pembangunan, salah satunya adalah urunan dana publik, ini contohnya yang terjadi di Perhutana dalam menumbuhkan hutan baru sebagai bentuk kontribusi cinta lingkungan, adanya kompetisi desain hutan Perhutana juga adalah bagian dari kolaborasi pembangunan.” 

Sementara itu sambutan baik juga datang dari Plt Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, menurutnya “Harapannya apa yang sudah dikerjakan Perhutana bisa menjadi model dan contoh bagi daerah lain di Jawa Barat untuk bekerja, belajar, dan mempraktekan apa yang sudah diinisiasi Perhutana ini.”

Kompetisi desain hutan kolektif Perhutana merupakan bagian dari tahapan penumbuhan hutan, sederhananya tahapan tersebut diawali dari penyiapan lahan, perancangan hutan, dan selanjutnya proses penumbuhan hutan, dan pemfungsian hutan sebagai konservasi maupun ketahanan pangan. 

Merujuk pada hasil perancangan desain hutan yang terpilih,  hutan akan ditumbuhkan dengan berbagai metode yang tepat diantaranya menggunakan metode penanaman Miyawaki, dengan menyertakan tanaman pangan serta pepohonan lokal untuk memulihkan kekayaan biodiversity Majalengka. 

Dewan juri yang akan menilai pada kompetisi ini terdiri dari lintas bidang dan profesional yaitu Prof Dominique dari Universitas Zurich, Eko Prawoto dari UKDW Yogyakarta, Dian Heri Sofian Ketua IALI Indonesia, Leoni Rahmawati Co-Founder Huta Itu Indonesia, dan Ramalis Sobandi Founder Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari. 

Ramalis Sobandi turut menyampaikan, “Kompetisi ini diharapkan melibatkan para profesional muda, terutama bagi mereka yang punya ketertarikan terhadap desain (arsitektur, lanskap, rancang wilayah) untuk mendukung terwujudnya hutan kolektif Perhutana sebagai bagian dari masa depan yang lebih baik khususnya untuk Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Indonesia maupun dunia. 

Kompetisi desain hutan Perhutana mengundang peserta ditingkat nasional dan internasional untuk merangsang inovasi para profesional muda, dan mendorong kontribusi nyata pada keselarasan dan pemerataan pembangunan hutan kolektif yang lestari.

Sebagai informasi setiap peserta dapat mendaftar kompetisi desain melalui website https://perhutana.id/design-competition/ dan berkesempatan mendapatkan hadiah senilai Rp40.000.000 berupa lahan kavling hutan Perhutana. Pengumuman pemenang nantinya  akan diumumkan secara khusus melalui pameran 10 karya terbaik desain hutan pada tanggal 30 November 2022 di Gedung Sate, Bandung.

***

Untuk informasi lebih lanjut : 

Andrian Pramana – Koordinator Media   (+6285-8608-506-38)

CATATAN UNTUK EDITOR

Tentang Perhutana

PERHUTANA (Perusahaan Hutan Tanaraya). PERHUTANA, merupakan bagian dari gagasan Kota Terakota untuk mereklamasi lahan seluas 8 hektar menjadi area hutan konservasi. Nantinya area hutan tersebut  akan dikelola sekaligus dimiliki secara kolektif oleh pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi investasi masa depan, atas kebutuhan paling dasar manusia, oksigen. PERHUTANA menawarkan sebidang tanah untuk menumbuhkan hutan di mana setiap pemangku kepentingan akan mendapatkan 3 hal sebagai imbalannya. Pertama, Anda akan memiliki sebidang tanah berukuran 4x4m² yang nantinya akan disumbangkan untuk Hutan Suci (konservatori). Kedua, Anda akan menerima sertifikat eksklusif, dirancang dan terbuat dari batu bata tanah. Terakhir, Anda dapat mengonversi sertifikat NFT menjadi mata uang. Informasi lebih lanjut tentang Perhutana dapat mengunjungi https://perhutana.id/ 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2024 Hutan Itu Indonesia. All Rights Reserved.
cross