Deklarasi Majalengka Untuk Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkalanjutan

Dipublikasikan oleh admin pada 15 May 2023

Majalengka, 6 Mei 2023 – Hutan kolektif Perhutana Majalengka saat ini memasuki tahapan pengembangan lanjutan, program yang digagas oleh Jatiwangi art Factory (JaF) di Desa Jatisura, Kecamatan Jatiwangi tersebut telah berjalan satu tahun lebih sejak diluncurkan tahun 2022 lalu.

Sebagai aksi nyata dalam memerangi perubahan iklim, Jatiwangi art Factory bersama Yayasan Tunas Nusa, Hutan Itu Indonesia, Wanadri, Perkoci, Restor, Institut Teknologi Bandung, Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Pemerintah Kabupaten Majalengka, BP Rebana, dan kelompok masyarakat yang berada di sekitar proyek Perhutana bersama-sama mendeklarasikan diri untuk perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan di Majalengka. Deklarasi tersebut sebagai upaya menumbuhkan kesadaran dan prakarsa langkah nyata menuju mitigasi krisis iklim di kawasan metropolitan rebana.

Acara ini memamerkan serangkaian kegiatan mulai dari penanaman pohon, workshop pasar hutan dalam rangka pemberdayaan masyarakat sekitar dan pembacaan deklarasi.

Foto bersama siswa, warga sekitar bersama Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana pada acara Deklarasi (Dok : HII)

Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana, menyebutkan “Apa yang dilakukan Jatiwangi art Factory lewat Perhutana menjadi contoh tahapan pembangunan yang bukan hanya sekadar wacana namun menjadi langkah nyata menjaga lingkungan di mana program yang telah diinisiasi tersebut sejalan dengan program pembangunan di Majalengka.”

Deklarasi Majalengka Untuk Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan dapat menjadi contoh inisiatif lokal dalam perbaikan lingkungan di daera dan menjadi komitmen jangka panjang dari setiap pemangku kepentingan yang terlibat dalam mengatasi perubahan iklim di Majalengka khususnya.

Salah satu kegiatan puncak acara adalah sesi penanaman pohon di kawasan hutan Perhutana yang dilakukan bersama para siswa sekolah dasar dari berbagai sekolah di Kecamatan Jatiwangi. Harapannya para siswa dapat belajar mengenai peranan penting pohon dan hutan dalam memitigasi perubahan iklim, melindungi ekosistem, dan memelihara lingkungan yang lebih sehat. Lebih dari 30 pohon berbagai jenis ditanam di kawasan hutan Perhutana yang nantinya secara bertahap dilakukan area penghijauan.


Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan oleh penampilan musik artistik dari Motherbank, pegiat seni musik dengan ciri khasnya tersebut melantunkan lagu-lagu yang liriknya terinspirasi dari kondisi sosial dan lingkungan di Jatiwangi, penampilan ini juga sekaligus memperkuat padu padan seni – aktivisme sebagai media menyampaikan pesan kesadaran lingkungan yang emosional.

Kegiatan penanaman pohon yang dilakukan bersama para siswa-siswi sekolah dasar dari Kecamatan Jatiwangi (Dok : HII)

Memberdayakan Komunitas Lokal Lewat Pasar Hutan

Pasar Hutan Berkelanjutan yang diikuti oleh warga setempat (Dok : HII)


Acara ini juga menampilkan pasar hutan berkelanjutan yang diikuti oleh warga sekitar untuk menampilkan aneka jajanan lokal mulai dari pepes, nasi liwet, aneka kerupuk, dan kerajinan khas Jatiwangi. Selain menjadi ajang mempromosikan usaha lokal, pasar hutan tersebut sekaligus mendidik pengunjung untuk turut serta dalam aksi konsumsi berkelanjutan yang ramah lingkungan mulai dari panganan lokal. Harapannya pasar hutan ini bisa terus digalakan dan menjadi katalis perubahan, menginspirasi individu untuk mengadopsi praktik berkelanjutan serta berkontribusi pada gerakan mitigasi iklim yang lebih besar.

**

Isi Deklarasi Majalengka Untuk Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan

Kami Menegaskan 

  • Manusia terjalin bersama alam, bukan sesuatu yang terpisah atau lebih tinggi derajatnya.
  •  Proses bertumbuhnya manusia adalah proses hidup selaras dengan alam. 

Kami Mengakui 

  • Krisis iklim sekarang adalah hasil perbuatan manusia
  • Ada kesalahan di dalam cara kita memandang dan menggunakan sumberdaya alam.

Kami Bertanggung Jawab Atas Semua Tindakan 

  • Untuk menghargai hak-hak semua makhluk hidup maupun tak hidup dan menaruh perhatian lebih kepada tanggung jawab sosial dan ekologis.

Bersama cahaya matahari, hembusan angin di dedaunan, air yang mengalir, serta tanah yang dipijak. 

Kami menyerukan 

Kepada semua pihak, untuk berkolaborasi, bekerjasama di dalam mengatasi akar penyebab krisis iklim, degradasi lingkungan, dan hilangnya keanekaragaman hayati dengan mulai memaknai pentingnya pendidikan berbasis ekosistem berkelanjutan serta memulai aksi-aksi kongkrit di dalam keseharian.

Majalengka, 06 Mei 2023

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2024 Hutan Itu Indonesia. All Rights Reserved.
cross