Bracelet of Hope Luncurkan Kampanye Hope for Forests untuk Pelestarian Hutan Indonesia

Dipublikasikan oleh admin pada 13 Dec 2022

Peluncuran kampanye Hope For Forest yang dilakukan bersama para founder Gelang Harapan bersama Hutan Itu Indonesia yang dilaksanakan melalui platform Zoom.

Sejak 2014 Gelang Harapan (Bracelet of Hope) yang dibentuk  oleh tiga sahabat, Wulan Guritno, Amanda Soekasah, dan Janna Soekasah Joesoef telah melakukan berbagai inisiasi solidaritas di banyak bidang bersama organisasi  dan komunitas sosial. Kali ini Gelang Harapan berkolaborasi bersama Gerakan Hutan Itu Indonesia untuk mendukung aksi pelestarian hutan Indonesia melalui program kampanye Hope For Forests.

Wulan Guritno, pendiri dari Gelang Harapan mengatakan, “Bracelet of Hope adalah untuk kehidupan, kata-kata hidup itu seringkali diasumsikan hanya untuk manusia, sedangkan banyak sekali yang hidup di muka bumi ini yakni hewan dan tumbuhan, Bracelet of Hope ini bergerak untuk semua kehidupan yang ada di muka bumi ini. Melalui kampanye Hope For Forests ini harapannya bisa menjadi pengingat dan sekaligus media edukasi tentang hutan bagi semua orang.”

Janna Soekasah Joesoef, pendiri Gelang Harapan turut memaparkan cerita perjalanannya mengenai hutan yang menjadi inspirasi dibentuknya kolaborasi pelestarian hutan, “Berawal dari perjalanan kami saat jalan-jalan ke hutan Tesso Nilo di Riau tahun 2018 yang membangkitkan semangat kesadaran kami akan hutan, yang pada akhirnya hal itu kami jadikan pembelajaran berharga dalam mencapai visi dan misi untuk kelestarian alam. Melalui kampanye Hope For Forests ini kami juga ingin membantu menyebarkan harapan kelestarian dan keberlangsungan hutan Indonesia. Sesuai dengan misi Gelang Harapan itu sendiri yang menginginkan bahwa hutan bisa terus dinikmati oleh generasi selanjutnya, seperti filosofi gelang itu sendiri yang melingkar dan endless.”

Amanda Soekasah, pendiri Gelang Harapan juga menambahkan, “Yang membedakan dari produk sebelumnya dari Gelang Harapan adalah charm pohon pada gelang, serta pembelian dari setiap gelang ini nantinya akan didonasikan pada program adopsi pohon di hutan, hal itu untuk sama-sama membangkitkan kesadaran serta kita bisa menjadi bagian dari hutan itu sendiri, tanpa hutan kita tidak bisa hidup, yang sejatinya kita semua ini saling terkoneksi satu sama lain.” 

Gelang Hope For Forest dibuat dari bahan sisa kain produksi fesyen Ghea Resort untuk mendukung visi misi kelestarian hutan. Selain itu gelang tersebut dibuat secara unik, tidak satupun gelang memiliki desain yang persis sama. Gelang dibuat dari bahan sisa daur ulang dan menggunakan pewarna alami yang sesuai dengan prinsip keberlanjutan.

Christian Natalie, Manajer Program dari Gerakan Hutan Itu Indonesia menyebutkan, ‘’Melalui kampanye #Hope4Forests bersama Gelang Harapan ini dapat lebih mengajak orang muda khususnya yang di kota untuk ikut ambil bagian melakukan aksi nyata menjaga dan melestarikan hutan, walaupun tinggal jauh dari hutan. Mempunyai dan memakai gelang ini bisa jadi atribut sekaligus aksi karena langsung berdonasi untuk #AdopsiHutan ke hutan-hutan yang dijaga aktif oleh para masyarakat penjaga hutan yang butuh dukungan kita semua."

Gelang Harapan Hope for Forests dibanderol seharga Rp275.000 untuk paket gelang dan adopsi hutan, dan Rp225.000 untuk paket gelang dan boneka SiHon. Pembelian bisa didapat melalui marketplace Shopee dan Tokopedia atau event offline yang diadakan oleh Ghea Resort dan Gelang Harapan. Nantinya, seluruh hasil penjualan gelang didedikasikan untuk kegiatan aksi pelestarian hutan minimal satu tahun di kawasan hutan Sumatra, Kalimantan, Jambi, Bengkulu, dan Jawa Barat bersama Gerakan Hutan Itu Indonesia (HII). Gerakan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta anak muda perkotaan Indonesia terhadap hutan Indonesia.

Gelang Harapan dengan charm pohon pada gelang, gelang ini terbuat dari bahan sisa Ghea Resort, sehingga tetap menerapkan prinsip keberlanjutan dalam proses produksinya.

50% dari keuntungan yang diperoleh nantinya diperuntukan untuk pembiayaan patroli hutan bersama masyarakat sekitar hutan yang diadopsi, mendukung usaha ekonomi hasil hutan bukan kayu (HHBK), mendukung kegiatan sosial-kemasyarakatan, publikasi, dan promosi termasuk penggunaan teknologi tepat guna seperti geotag pada lokasi pohon yang diadopsi.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2023 Hutan Itu Indonesia. All Rights Reserved.
cross