Pengelolaan Jasa Lingkungan

Pemanfaatan Jasa Lingkungan pada hutan adalah bentuk usaha dengan memanfaatkan potensi jasa lingkungan yang ada tanpa merusak lingkungan atau mengurangi fungsi utamanya. Adapun kegiatan dari proses pemanfaatan jasa lingkungan ini bisa berupa wisata alam, kegiatannya dapat berupa usaha wisata alam, usaha pemanfaatan air, usaha perdagangan karbon  atau usaha penyelamatan hutan dan lingkungan lainnya.

Wisata Alam Bebas

Komunitas Wisma Cinta Alam Ketambe

Tour Operator di Pangkalan Bun

Komunitas Orangutan Days

Pemandu wisata & Arum jeram (rafting)

Komunitas HAMPA

Virtual Tour Sebumi Merimba

Komunitas Sebumi.id

Depati Karo Jayo Tuo

Komunitas Pengelola Hutan Adat

Wisata Air Luber

Komunitas Pengelola Hutan Desa Lubuk Beringin

Wisata Gambut Pematang Rahim

Komunitas Hutan Desa Pematang Rahim

Wisata Gambut Sungai Beras

Komunitas Hutan Desa Sungai Beras

Ekowisata Nagari Sirukam

Hutan Nagari Sirukam

Wisata Hutan Nagari Simancung dan Sawah Organik

Komunitas Hutan Nagari Simancuang

Wisata Hutan Alam Nagari Sungai Buluh

Komunitas Hutan Nagari Sungai Buluh

Wisata Arung Jeram dan Alam Air Tenam

Komunitas Hutan Kemasyarakatan Air Tenam

Wisata Alam Bebas

Deskripsi :
Teuku Yaknana Johan, pemilik Wisma Cinta Alam di Ketambe mengatakan, dengan mengelola tempat penginapan, bisa menghidupi keluarga dan membiayai sekolah anak-anaknya hingga perguruan tinggi. Dia mulai terjun ke dunia wisata sejak usia 15 tahun. Hobi arung jeram mengawali debut Johan sebagai pemandu arung jeram. Dia juga memandu melihat satwa liar. Banyak satwa dan tumbuhan kekayaan alam negeri ini yang bisa dinikmati, seperti Leuser. Keunikan Leuser, kawasan ini punya empat satwa kunci, harimau, gajah, orangutan dan badak Sumatera.

Wisma Cinta Alam sejak 1986, beberapa tahun setelah peresmian Leuser. Pada 80-an, banyak wisatawan mancanegara datang ke Ketambe untuk melihat orangutan. Kala itu, orangtua Johan membangun penginapan di situ. Dengan melaksanakan jasa wisata alam bebas selain membantu dalam kegiatan penyelamatan/ penjagaan kawasan ekosistem leuser, juga bisa membantu masyarakat yang tinggal di daerah Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) mempunyai lapangan pekerjaan dalam bentuk jasa wisata.

Organisasi : Wisma cinta alam Ketambe
Lokasi : Desa ketambe, kecamatan ketambe, kutacane, kabupaten aceh tenggara, Aceh.
Link pembelian : Whatsapp

Tour Operator yang berlokasi di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah

Deskripsi :

Orangutandays adalah penyelenggara tour dengan dasar keperdulian lingkungan dan sosial. Omie Tour Organizer menyediakan beberapa paket "river cruise" ke Taman Nasional Tanjung Puting dimana para pengunjung dapat menyaksikan orangutan dihabitatnya. Disamping itu, kami juga menyediakan paket budaya kedesa Lopus di Kabupaten Lamandau dimana para pengunjung dapat berinteraksi dengan masyarakat Dayak Tomun dan juga menyaksikan acara adat Bagondang yang dilaksanakan untuk keselamatan para tamu dan juga berkunjung kerumah Betang.


Salah satu aktifitas yang dapat dinikmati adalah menyusuri sungai yang rindang dan sari dan juga White Water Rafting. Pengunjung yang senang dengan alam dapat menikmati keindahan Bukit Sebayan yang menurut penduduk lokal adalah tempat roh berkumpul. Keindahan Kalimantan Tengah tidak hanya hutan yang asri tetapi juga dapat menikmati segarnya udara laut di Tanjung Keluang, dimana pengunjung dapat singgah ke penangkaran penyu dan bahkan melepaskan penyu kelaut. Tentunya kesempatan untuk mengunjungi Istana Kuning dan Sungai Arut tidak dilewatkan ketika berada di Pangkalan Bun yang terkenal dengan kuliner ikan tawar, kue tradisional dan buah lokal.

OrganisasiOrangutan Days

Lokasi : Tanjung Puting National Park

Pemandu Wisata & Arum Jeram (rafting)

Deskripsi :

Hampa Berdiri pada 11 November 2011. Diprakarsai Ide dari Badan Geologi Nasional, oleh Bapak Ir. Ivan Sofyan. Sejak 15-04-2012, pasca kedatangan Himapastik, STIKES Harapan Ibu, Jambi sebagai tamu pertama, berikutnya, bertubi-tubi HAMPA banyak kedatangan tamu. Hingga hari ini sudah lebih 15.000 tamu yang datang ke HAMPA, Untuk menyaksikan lebih dekat Geopark Merangin. TAMU terjauh, datang dari Norwegia, Moren Stromo, 13-12-2015. Semua kedatangannya tamu tercatat di Buku Tamu Termasuk Prof. Guy Martini, dari UNESCO.
Wisata ini sangat menjadi motivasi bagi masyarakat setempat untuk menjaga hutannya agar tetap indah dan lestari, di sisi lain juga menjadi sumber ekonomi masyarakat dengan tetap bisa menjadi hutan dan alamnya.

Organisasi : HAMPA
Lokasi : Kampung Batu Gajah, Desa Air Batu, Kec.Renah Pembarap, Merangin, Jambi, Indonesia

Virtual Tour Sebumi Merimba

Deskripsi :
Virtual Tour adalah sebuah pengalaman mengunjungi sebuah destinasi wisata yang dilakukan tidak secara fisik namun secara maya melalui bantuan platform teknologi informasi dan sambungan jaringan internet seperti (laptop, handphone, zoom, dll). Materi yang didapat adalah berupa foto, audio dan video serta 360 Virtual Reality aset yang dijahit ke dalam sebentuk jalinan cerita menarik untuk membawa peserta agar seolah oleh berada disana dan selayaknya sedang mengunjungi destinasi tersebut secara real.


Materi Virtual tersebut akan disampaikan juga secara interaktif (Live/Recorded) oleh Host dan Guide yang berpengalaman untuk mendengarkan cerita, pemahaman lebih detil serta sudut pandang mereka mengenai destinasi yang dikunjungi. Dalam Virtual Tour peserta akan mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dgn host, guide dan peserta lainnya dgn menggunakan 5 indera nya (penglihatan, pendengaran, sentuhan, penciuman dan pengecap) sehingga meskipun virtual tetap mendapatkan kesan dan pengalaman yang maksimal.


Peserta dan pelaksanaan Virtual Tour tidak mengenal batas umur, waktu, lokasi geografis, sehingga siapapun dapat mengalami pengalaman wisata bahkan di lokasi yang jauh dan ekstrim sekalipun. Amat cocok bagi mereka yang belum memperoleh kesempatan mengunjungi lokasi lokasi wisata tersebut khususnya di masa pandemi. Virtual Tour juga merupakan saran yang tepat sebagai alternatif kegiatan selama pandemi khususnya bagi para guide wisata yang mata pencariannya terdampak akibat lumpuhnya wisata. Serta kesempatan membantu kegiatan kegiatan sosial dan konservasi di lokasi wistaa khususnya di desa desa yang jauh dan sulit dijangkau.


Jadi, berwisata dari rumah selama pandemi? Kenapa tidak? Ini kesempatan untuk bisa tetap berpetualang dan menambah wawasan kita sambil refreshing di tengah situasi pandemi yang mengungkung mobilitas fisik kita. Yuk, kapan lagi kita jalan jalan keliling sambil rebahan di rumah aja Cek Jadwal Virtual Tour Sebumi untuk pengalaman tak terlupakan mengeksplorasi keindahan hutan, gunung dan laut Indonesia serta keunikan budaya masyarakat lokal sambil ikut membantu inisiatif sosial dan keberlanjutan yang ada di destinasi.

Organisasi : Sebumi.id
Lokasi : Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah

Depati Karo Jayo Tuo

 

Deskripsi :
Hutan Adat dengan ratusan pohon (lebih dari 850) pohon dengan berbagai hewan endemik, seperti burung kuwau dan harimau Sumatra. Konon Harimau ini adalah jelmaan nenek moyang penjaga hutan dan desa, sehingga diabadikan dan harus ada ritual masuk hutan bagi pendatang. Ada tarian adat seperti tari tauh, jampi obat luar dan keasrian desa dengan model larik jajo yang unik serta masyarakat yang ramah. Di sini juga bisa berwisata air seperti tubbing dan juga lubuk larangan sebagai penangkaran ikan secara adat dengan kearifan lokal.
Membuka ekowisata ini adalah salah satu cara masyarakat memperkenalkan asrinya hutan yang mereka jaga sekaligus menambah nilai ekonominya.
Lokasi di Desa Rantau Kermas, Kabupaten Merangin, Jambi

Komunitas : Kelompok Pengelola Hutan Adat (KPHA)
Lokasi : Desa Rantau Kermas, Kabupaten Merangin, Jambi
Link pembelian : Whatsapp 

Wisata Air Luber

 

Deskripsi :
Hutan Desa Lubuk Beringin berada di bagian landskap Bujang Raba yang menjadi sumber air dan juga udara bersih bahkan sebagian telah masuk dalam pasar carbon trade. Sungai Lubuk Beringin sangat terkenal dengan kejernihan dan juga keberadaan ikan yang unik. Pengunjung bahkan bisa berenang dan mandi bersama ikan, sambil berbicara dengan masyarakat sekitar dengan bahasa lokal yang unik. Apalagi pada suasana pagi sangat jelas terdengar berbagai suara burung, satwa endemik yang jaraknya hanya sekitar beberapa meter saja dari hutan desa.
Pengelolaan ekowisata di sini merupakan salah satu sumber ekonomi masyarakat agar tetap bisa menjaga hutannya.

Komunitas : Kelompok Pengelola Hutan Desa Lubuk Beringin
Lokasi : Desa Lubuk Beringin, Kabupaten Bungo, Jambi
Link pembelian : Whatsapp 

Wisata Gambut Pematang Rahim

 

Deskripsi :
Hutan Desa Pematang Rahim memiliki luasan 1185 Ha. Berbagai pohon endemik gambut berada di sini mulai dari kayu kelulud sebagai budidaya madu kelulud, pakis merah, kantong semar hingga nipah yang menjadi bahan utama garam nipah. Untuk mengelilingi luasan desa gambut dengan hutan yang eksotis ini telah dibuat jalur tracking menggunakan papan kayu yang memudahkan pengunjung menjangkaunya. Yang pasti selain ekowisata juga pengunjung dapat sambil melakukan penelitian di sini.
Melalui ekowisata ini, masyarakat tetap menjaga hutannya dan memperkenalkan keindahan serta apa yang ada di sana kepada pengunjung, agar semua orang tahu apa yang ada di hutan sudah sepantasnya kita jaga.

Komunitas : Hutan Desa Pematang Rahim
Lokasi : Desa Pematang Rahim, Kabupaten Jabung Timur, Jambi
Link pembelian : Whatsapp 

Wisata Gambut Sungai Beras

 

Deskripsi :
Hutan Desa Sungai Beras seluas 2200 ha dengan berbagai potensi flora sekitar 140-an dan fauna sekitar 16 sebagai hewan endemik 16 jenis. Disekitar hutan desa juga terdapat berbagai tanaman komoditi masyarakat berupa pinang dan kelapa, deretan rumah panggung dan berbagai model tata air yang pernah menjadi tujuan beberapa researcher dari Jerman. di Hutan Desa ini juga terdapat pohon asuhnya pak Jokowi dan Ibu Siti Nurbaya (KLHK) serta Ir. Bambang (Dirjen PSKL).
Menjaga hutan dengan pohon asuh di sini, masyarakat juga mengembangkan ekowisata agar ekonomi tetap bisa berjalan.

Komunitas :Hutan Desa Sungai Beras
Lokasi : Desa Sungai Beras, Kabupaten Mendahara Ulu, Tanjung Jabung Timur
Link pembelian : Whatsapp 

Ekowisata Nagari Sirukam

 

Deskripsi :
Hutan Nagari Sirukam memiliki luas 3.398 Ha. Nagari Sirukam memiliki jarak 35 kilometer dari pusat Kabupaten Solok, atau dapat ditempuh dengan waktu 1 jam 30 menit. Selain sebagai sumber air kehidupan, hutan nagari Sirukam juga memiliki potensi yang cukup besar akan sumber daya alam dan ekowisata ‘jungle track’, diantaranya berbagai jenis pohon: Kasiah Beranak, Meranti, Medang, Salak Hutan, Surian, Cimpedak Hutan, Kina, Petai, Jengkol, Rotan Manau, Kopi, Bambu dan lainnya. Sedangkan hewan endemik diantaranya: Beruang madu, Rangkong, Rusa, Harimau, Simpai, Monyet dan lainnya. Bahkan di sini Dian Sastro dan Daniel Mananta sudah mengasuh pohon sejak tahun 2016.
Masyarakat di sini sangat menjaga hutannya yang merupakan warisan nenek moyang dan untuk anak cucu selanjutnya.

Komunitas :Hutan Nagari Sirukam
Lokasi : Desa Sungai Beras, Kabupaten Mendahara Ulu, Tanjung Jabung Timur
Kontak : Whatsapp 

Wisata Hutan Nagari Simancung dan Sawah Organik

 

Deskripsi :
orong Simancung, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menjadi pusat percontohan hutan nagari oleh 10 provinsi lain di Indonesia. Di desa ini rumah-rumah berada di antara sawah-sawah di atas luasan 200 ha yang menghijau dan subur dengan pemandangan yang indah. Sehingga jarak antara rumah yang satu dan rumah yang lainnya berjauhan dan harus melalui pematang sawah yang unik. Sehingga menjadi tata lahan yang baik dan mempertahankan ekosistem termasuk belut sawah, keong dan lainnya yang menjadi sumber pangan protein. Masyarakat Simancuang memiliki aturan khusus dalam mengelola wilayah desa mereka. Aturan ini dibuat berdasarkan kontur wilayah yang merupakan hulu Sungai Batang Simancuang.
Bagi masyarakat Simancuang, menjaga hutan agar bisa meninggalkan mata air untuk anak cucunya. Ekowisata ini adalah cara mereka memperkenalkan hutan yang dijaga dengan baik dan menjadi salah satu sumber ekonominya.

Komunitas :Hutan Nagari Simancuang
Lokasi : Jorong Simancuang, Kabupaten Alam Pauh Dou, Solok Selatan, Sumbar
Kontak : Whatsapp 

Wisata Hutan Alam Nagari Sungai Buluh

 

Deskripsi :
Sungai Buluh, nagari paling timur di Batang Anai, Padang Pariaman dengan luas 1336 ha. Hutan ini berfungsi sebagai sumber air yang mengairi 14 anak Sungai. di hutan nagari Sungai Buluh juga telah menjadi ekowisata mulai dari air terjun Sarasah, rumah pohon hingga berbagai pohon endemik yang dapat diadopsi sebagai bentuk kepedulian akan kelestarian hutan nagari dan sebagai nilai tambah bagi masyarakat dalam menjaga hutan sebagai anugerah alam bagi kehidupan mereka.
Salah satu pengasuh pohon di Hutan ini adalah Astrid, pelantun lagu “Jadikan Aku yang Kedua” ini memilih langsung pohon di pinggir Air Terjun Sarasah Kuau, yaitu pohon Tarok (Arthocarpus walichianus– moraceae).
Ekowisata menjadi salah satu alternatif untuk menambah pendapatan warga agar tetap bisa menjaga hutan tanpa merambahnya.

Komunitas :Hutan Nagari Sungai Buluh
Lokasi : JDesa Sungai Buluh, Kabupaten Batang Anai, Padang Pariaman
Kontak : Whatsapp 

Wisata Arung Jeram dan Alam Air Tenam

 

Deskripsi :
HKM Desa Air Tenam memiliki luas 1269 ha. Di desa ini tinggal 2 suku Pesemah dan Serawai, dimana merupakan percampuran antara Sumatera Selatan dan Bengkulu. Air Tenam juga diambil nama dari pohon Kayu Tenam yang hanya ditemukan di desa ini dan berada di wilayah HKM. Selain kayu tenam, jika berkunjung ke desa ini akan menemukan berbagai tanaman obat-obatan, jernang, dan lainnya serta jembatan gantung dengan air sungai Manna yang jernih, ikan pilus endemik, air terjun tiga tingkat yang eksotis dengan bebatuan dan tak ketinggalan bunga Rafflesia Arnoldi yang bisa kita temukan di pinggiran sungai.
Pengunjung bisa melakukan kegiatan arung jeram di Sungai Manna dan tentu masyarakatnya sangat ramah. Durian dan kopi adalah komoditi HKM yang bisa dinikmati pada musim Desember hingga Februari.
Bagi masyarakat, hutan adalah sumber kehidupan yang banyak memberikan berbagai kebutuhan, ajaran dari nenek moyang untuk terus menjaga hutan terus dilakukannya dan bisa dilihat langsung ketika kalian mengunjunginya.

Komunitas :Hutan Kemasyarakatan Air Tenam
Lokasi : Desa Air Tenam, Kabupaten Ulu Manna, Bengkulu Selatan
Kontak : Whatsapp