Komoditas Kerajinan

Hasil Hutan Bukan Kayu yang turunan produknya menjadi komoditas kerajinan merupakan salah satu bentuk pemanfaatan HHBK yang berasal dari tanaman hutan berupa pandan, nipah, bambu, rotan, maupun tanaman lain yang memungkinkan untuk diolah menjadi aksesoris atau kebutuhan sekunder lainnya. Olahannya dapat berupa kain tenun, anyaman, sutra alam, pewarna alam, tikar, dan lainnya.

Kenali di Pesona Hutan 2021 mengenai komoditas kerajinan sebagai pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu di sini.

Tenun Pewarna Alami

Komunitas Koperasi Jasa Menenun Mandiri

Anyaman Rotan Bambu

Komunitas Koperasi Jasa Menenun Mandiri

Batik Bakau

Komunitas Batik Bakau

Anyaman Purun

Komunitas AuthenticBorneo

Sarung Sutera dan Baju Sutera

Komunitas KTH Renggeang Mandiri

Tas, Dompet, Sandal dan Tikar Pandan

Komunitas Merangin

Kursi dan Meja Bambu

Komunitas Lubuk Bedorong dan Berkun

Gelang dan Kalung Sebelik Sumpah

Komunitas KKI WARSI

Tenun Pewarna Alami 

Deskripsi :
Tenun dari Kabupaten Sintang merupakan tenun yang diproduksi dengan pewarna alami dan masih menggunakan alat tenun tradisional. Salah satu pewarna alami yang digunakan adalah akar mengkudu, yang tumbuh liar di sekitar hutan, yang hanya akan ada kalau hutannya terjaga dengan baik. Setiap motif tenunnya pun mempunya arti tersendiri. Salah satu contohnya motif Tiang Kebok/ Kebuk yang merupakan tiang penyangga yang digunakan pada rumah Tradisional Khas Suku Dayak (rumah betang). Tiang Kebuk juga memberi pesan kepada kaum lelaki bahwa jika ingin membangun rumah tangga atau menikah harus sudah dapat membangun rumah dan bekerja menjadi pelindung dan pengayom bagi istri dan anak.

Nama Komunitas : Koperasi Jasa Menenun Mandiri
Lokasi : Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat
Link pembelian : Instagram, Whatsapp

Anyaman Rotan Bambu 

Deskripsi :
Anyaman dari Kabupaten Sintang ini merupakan hasil kerajinan tangan lokal yang menggunakan bahan-bahan alam seperti adalah rotan dan bambu. Bahan-bahan ini tumbuh liar di sekitar hutan di kampung-kampung di Sintang. Setiap motif anyaman pun memiliki cerita yang khas, salah satunya motif Lekuk Sawak. Sawak artinya ular. Ular biasanya melilit dan melingkar, Lekuk Sawak merupakan bentuk ular dalam mempertahankan diri dari musuh.

Lokasi : Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat
Link pembelian : Instagram, Whatsapp

Batik Bakau

Deskripsi :
Batik Bakau merupakan batik yang pewarnanya menggunakan limbah mangrove dan pewarna alam lainnya. Batik Bakau dikerjakan dengan sistem pemberdayaan perempuan di desa-desa yang tidak memiliki pekerjaan. Keunikan yang dimiliki oleh Batik Bakau adalah motifnya yang mengusung tema flora dan fauna mangrove dan flora fauna yang terancam punah.

Lokasi : Meteseh, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah
Link pembelian :  Tokopedia

Anyaman Purun

Deskripsi :
Purun merupakan jenis tumbuhan rumput yang hidup liar di dekat air atau rawa. Tanaman purun merupakan tanaman liar yang mudah terbakar kalau dalam keadaan kering. Tanaman purun dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat kerajinan tangan. Salah satu contoh kerajinan tangan yang digunakan dari bahan tanaman purun yaitu tikar, kipas, tas dan lain-lain. Dalam proses pengolahan purun untuk dijadikan sebagai bahan kerajinan purun harus diolah terlebih dahulu menjadi bahan baku. Cara mengolah purun menjadi bahan baku kerajinan yaitu purun terlibih dahulu dijemur sampai kering, membersihkan kedua ujung purun dengan cara dipotong, purun ditumbuk agar benar-benar pipih, setelah melewati proses tersebut baru purun benar-benar dapat dijadikan bahan baku.
Anyaman purun ini menjadi alternatif ekonomoi bagi masyarakat di sekitar hutan dan tetap menjaga hutannya.

Lokasi : DKI Jakarta
Link pembelian : Whatsapp, Linktree

Sarung Sutera, Baju Sutera, Teh Murbei Herbal

Deskripsi :

Tanaman murbei merupakan tanaman hutan non kayu yang yang digunakan sebagai pakan ulat sutera. hasil dari pemeliharaan ulat sutera diolah menjadi benang sutera kemudian diolah lagi menjadi bahan siap pakai yaitu sarung sutera dan baju sutera. Selain pakaian daun murbei juga bisa diolah menjadi produk minuman yang berkhasiat herbal yang di olah menjadi teh murbei. Tanaman murbei salah satu alternatif produk hasil hutan bukan kayu yang bisa dijadikan sumber ekonomi bagi masyarakat di sekitar hutan Desa Renggeang Kec. Limboro Kab. Polewali Mandar Prov. Sulawesi Barat.

Lokasi : Desa Renggeang Kec. Limboro Kab. Polewali Mandar Prov. Sulawesi Barat

Tas, Dompet, Sandal dan Tikar Pandan dan Bigau

Deskripsi :
Menganyam merupakan salah satu tradisi yang masih bertahan dan dikenal oleh banyak masyarakat di Rantau Kermas kecamatan Jangkat kabupaten Merangin, serta Lubuk Bedorong dan Berkun yang ada di Kecamatan Limun kabupaten Sarolangun, serta desa Lubuk Bumbun kecamatan Tabir kabupaten Merangin. Anyaman sendiri berarti serat yang dirangkaian untuk membentuk benda yang kaku, seperti berbagai barang rumah tangga maupun untuk pakaian.
Bahan baku anyaman yang berlimpah seperti daun pandan berduri dan bigau, hingga kini masih banyak dijumpai di sekitar wilayah desa hingga hutan desa yang mereka kelola. Hasil hutan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun melestarikan hutan mereka berdasarkan kearifan lokal masyarakat yang mendiami wilayah ini. Salah satu bentuk kearifan lokal tersebut adalah pemanfaatan tumbuhan untuk aneka macam keperluan mulai dari pembuatan anyaman untuk bahan tas, dompet, sandal hingga tikar.
Ukuran dompet biasanya dibuat 27 x 17 cm, tas 20 x 30 cm, sandal, tikar dengan berbagai ukuran. Para perempuan di ketiga desa ini mengaku dapat menambah penghasilan mereka untuk kebutuhan rumah tangga dengan nilai pendapatan yang dinilai lebih berarti sambil mengolah bahan yang telah disediakan oleh alam.
Semangat dan senyum adalah dua hal yang tak terpisahkan saat mereka mengolah produk berbahan baku pandan berduri ini. Harapannya, masyarakat sebagai konsumen dapat memahami bahwa apa yang mereka lakukan tak semata untuk kepentingan ekonomi, namun juga menjaga hutan mereka dari kepunahan yang diakibatkan oleh penebangan liar dan perambahan.
Mari menghargai kearifan masyarakat lokal dengan mencoba berbagai anyaman yang telah mereka produksi.

Lokasi : Desa Rantau Kermas Kecamatan Jangkat, Merangin. Desa Lubuk Bedorong Kecamatan Limun, Sarolangun. Desa Lubuk Bumbun Kecamatan Tabir, Merangin
Link pembelian : Whatsapp 

Kursi dan Meja Bambu

Deskripsi :
Bambu merupakan tanaman yang bisa dengan mudah tumbuh di kawasan beriklim tropis seperti di Hutan Adat Imbo Psko desa Lubuk Bedorong dan Berkun, Sarolangun. Jenis bambu yang terdapat di sekitar Hutan Adat ini diantaranya adalah bambu dabok, mayan, Betung dan kapar. Akan tetapi, bambu Betung adalah bambu andalan yang menjadi bahan utama kerajinan meja dan kursi bambu, karena kekuatan, kelenturan dan memiliki daya tahan tinggi terhadap rayap.
Bambu Betung juga merupakan tanaman yang secara tekstur sangat mudah dibentuk. Sehingga oleh tangan-tangan kreatif anggota Kelompok Pengelola Hutan Adat (KPHA), kerap dijadikan kerajinan meja dan kursi yang unik, elok dan fungsional. karena memiliki kelenturan dan juga kuat. Stok bambu Betung yang melimpah, akan sangat sayang jika tidak dimanfaatkan menjadi bentuk yang lebih bermanfaat dan bernilai seni. Atau bahkan bernilai ekonomi tinggi oleh masyarakat.
Karenanya, kerajinan bambu juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat lokal desa Lubuk Bedorong dan Berkun sebagai kerajinan Kursi dan Meja bambu yang khas dan unik.

Lokasi : Desa Lubuk Bedorong dan Berkun , Kecamatan Limun , Kabupaten Sarolangun
Link pembelian : Whatsapp 

Gelang dan Kalung Sebelik Sumpah

Deskripsi :
Sebelik sumpah merupakan kerajinan tangan khas orang rimba / SAD di TNBD (Taman Nasional Bukit Duabelas). Kerajinan tangan ini berupa gelang, kalung, dan gantungan kunci. Sebelik sumpah merupakan kerajinan tangan khas orang rimba / SAD di TNBD (Taman Nasional Bukit Duabelas). Kerajinan tangan ini berupa gelang, kalung, dan gantungan kunci.
Orang rimba atau SAD meyakini bahwa kalung dan gelang sebelik sumpah memiliki kekuatan magis meski tanpa diberi mantra sekalipun. Mereka percaya bahwa orang yang memakai kalung dan gelang sebelik sumpah akan terbebas dari sumpah serapah orang-orang yang bermaksud jahat. Malah, sumpah serapah itu dipercaya akan berbalik ke tuannya, seperti senjata makan tuan. Selain itu, sebelik sumpah juga bisa menjadi penolak bala yang datang kepada mereka.
Kerajinan Sebelik Sumpah ini merupakan anugerah alam tersembunyi. Pohon berjenis keras ini sangat dikeramatkan oleh orang rimba karena kekuatan gaibnya. Pohon ini juga tidak berbuah setiap musim. Pada zaman dahulu, orang rimba acapkali melakukan ritual lalu menyanyikan rayuan puitis sebagai penanda izin untuk memanjat dan mengambil buahnya. Orang rimba akan bernyanyi sampai pohon sebelik sumpah luluh dan memberi izin.
Pemasaran kerajinan tangan sebelik sumpah selama ini sudah dilakukan secara offline dan online. Bagi yang berada di kawasan Merangin, bisa langsung datang ke mes Sokola Rimba atau COD (Cash on Delivery) di KKI Warsi. Selain membuat untuk dijual, para orang rimba sendiri rata-rata memakai sebelik sumpah.

Lokasi : KKI WARSI mendampingi Orang Rimba
Link pembelian : Whatsapp