Mangrove Keberadaanmu Kini dan Nanti

Dipublikasikan oleh admin pada 28 Jun 2021

Sukarelawan Hutan Itu Indonesia regional Jawa Timur Bersama Hutan menyelenggarakan Webinar Hijau Mangrove Keberadaanmu Kini dan Nanti yang diselenggarakan melalui platform zoom pada (27/06/2021). Kegiatan webinar ini merupakan kegiatan pra puncak peringatan Hari Konservasi Alam 10 Agustus dan menjadi refleksi terhadap persoalan pelik yang terjadi terhadap magrove. Hal ini tentu mengingat semakin rusaknya kondisi kawasan hutan mangrove di Indonesia. Kegiatan ini juga berkerjasama dengan berbagai organisasi lingkungan seperti; Hutan Itu Indonesia (HII), Satu Nusa, Forum Riset Agraria, Adat dan Lingkungan (FORHAL), Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Sulawesi Selatan, Yayasan Lestari Mulia, Foresthetic dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Makassar Timur

Manfaat Mangrove

Mangrove adalah tumbuhan yang memiliki banyak jenis dan ragamnya. Mangrove notabenenya menjadi tanaman berjuta manfaat, namun keberadaanya masih dilihat hanya sebagai tanaman pohon yang tumbuh di daerah pesisir. Yang bahkan dalam banyak kasus, keberadaan tanaman mangrove yang tumbuh di sekitar pemukiman penduduk nelayan  justru tidak dikehendaki, oleh karena tempat tumbuh mangrove menjadi tempat bagi masyarakat nelayan untuk menambakkan kapalnya selepas pulang dari melaut. Tanaman mangrove yang hidup di daerah pesisir seperti diketahui oleh masyarakat ternyata tidak dapat serta merta hidup di seluruh bagian pesisir, tanaman ini justru hanya dapat tumbuh pada Zona Intertidal. Zona Intertidal ini merupakan wilayah yang memiliki ciri seperti, berlumpur  dan terletak pada wilayah antara pasang tertinggi dan surut terjauh air laut.

Bagi lingkungan pesisir, tanaman mangrove yang tumbuh dengan rapat sangat baik menjadi dinding alami untuk menahan laju gelombang laut ke darat. Selain itu, kawasan hutan mangrove juga sangat baik untuk menciptakan ekosistem alamiah bagi flora dan fauna. Serta jangan lupa, bahwa mangrove dapat bernilai secara ekonomi ketika dimanfaatkan mulai dari akar, batang, sampai buah yang dalam beberapa penelitian ilmiah ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Habitat mangrove juga menjadi tempat bagi kepiting bakau. Kepiting bakau menjadi komoditas perikanan yang berpotensi sebagai penyangga kehidupan masyarakat terutama bagi nelayan pesisir. kepiting ini menjadi sumberdaya perikanan pantai yang bernilai ekonomis tinggi.

Kepiting bakau, kepiting yang bernilai jual tinggi | Dokumentasi : Pixabay.com

“Pernah lihat kepiting bakau yang ukuran nya besar-besar, yang kalau masuk di restoran harganya mahal. Kepiting bakau itu dibawa dari Papua, karena disana masih mendukung ekosistem serta hubungan masyarakat adatnya terjaga dengan baik.” kata Wahyudin Opu, peneliti senior Blue Forests Indonesia dalam paparan presentasinya.

Kawasan mangrove di Indonesia semakin berkurang

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, mulai dari tahun 2014 sampai tahun 2018 terus mengalami laju penurunan jumlah kawasan mangrove setidaknya 3jt hektare. Bukan tanpa upaya, pemerintah Indonesia mulai menggalakkan semangat konservasi kawasan hutan mangrove dengan mengikutsertakan seluruh entitas yang dapat mendukung percepatan program konservasi kawasan hutan mangrove. Sejak tahun 2019, pemerintah Indonesia berhasil mengembalikan sekitar 1jt hektare kawasan hutan mangrove yang sebelumnya hilang melalui upaya perbaikan kawasan yang melibatkan seluruh pihak, salah satunya berkolaborai dengan gerakan konservasi.

Langkah kolaboratif yang digalakkan juga harus memperhatikan berbagai aspek lainnya yang akan sangat mendukung percepatan program konservasi kawasan hutan mangrove di Indonesia secara maksimal, salah satunya seperti skema yang dijabarkan oleh kak Fatih. Adapun skema tersebut digambarkan melalui 4 tahapan yaitu; konservasi, restorasi, koherensiasi dan kolaborasi. Dengan begitu harapan besar untuk dapat memulihkan kembali kawasan hutan mangrove dapat tercapai, seta merasakan manfaat dari magrove bagi kehidupan mahluk hidup tanpa terkecuali.

“Mencintai lingkungan itu pilihan, ketika kamu berbuat baik pada alam maka akan ada banyak orang yang merasakan manfaatnya. Akan tetapi, ketika kamu tidak baik pada alam maka akan ada bayak orang yang mendapatkan masalah dengan itu. Makanya tinggal pilih mau memberi manfaat atau sebaliknya.” tutup Abdullah Fatih, relawan Hutan Itu Indonesia yang juga aktif sebagai aktivis lingkungan diberbagai organisasi lain.

Melalui webinar ini diharapkan menjadi pengingat untuk terus berupaya menjaga kawasan mangrove agar tetap lestari dan bisa banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat pesisir khususnya, baik dari sisi ekonomi dan lingkungan (Mutmainna Ruslang dan Firda Anggreani)

Editor : Andrian Pramana

Copyright © 2021 Hutan Itu Indonesia. All Rights Reserved.
cross