Ini Inspirasi dari Hutan Ala Kathrinna Rakhmavika Menyambut Hari Hutan Hujan Sedunia

Dipublikasikan oleh admin pada 22 Jun 2021

Kathrinna Rakhmavika atau yang biasa disapa akrab Nana belajar banyak dari alam. Nana yang sehari-hari berprofesi sebagai ilustrator dan storyteller ini sangat antusias terhadap hal-hal yang berkaitan dengan isu sosial, alam dan pendidikan.

Kathrinna Rakhmavika berfoto di sebuah taman kota

         Melalui Instagram @gambarnana, Nana menularkan inspirasi positifnya yang berkaitan dengan lingkungan hidup melalui berbagai ilustrasi, terutama komik pendek. Perempuan kelahiran Lampung ini sudah sangat tertarik pada isu lingkungan hidup sejak lulus kuliah dengan mulai mengikuti gerakan peduli sampah. Sampai sekarang ia menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dengan membawa botol minum, mengurangi penggunaan plastik, dan lain sebagainya.

Tak ketinggalan, untuk menyambut Hari Hutan Hujan Sedunia, Nana pun akan menggunggah satu infografis mengenai cara mudah yang bisa dilakukan semua orang untuk menjaga hutan hujan di akun Instagramnya.

Di suatu kawasan di Kota Hujan, ada perempuan lain yang tak kalah hebatnya. Rinawati Eko, atau yang akrab disapa dengan nama Rina, yang adalah Ketua Umum Gerakan Hutan itu Indonesia. Rina tak pernah bosan mengingatkan orang Indonesia, khususnya anak muda di perkotaan, mengenai pentingnya hutan dan bahwa semua orang bisa berkontribusi menjaga hutan.

“Karena hutan penting. Mungkin kita ga sadar, banyak hal yang ada dalam keseharian kita berkaitan dengan hutan. Mulai dari yang mendasar, air bersih, udara segar. Iya kan, kalo kita di bawah kanopi pepohonan, udara tambah segar. Terus sumber pakan yang kita temui sehari-hari, kayak aku nih suka banget aroma kayumanis, nah itu salah satu hasil hutan bukan kayu lho,” lanjut Rina.

Indonesia memiliki hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Kongo. Maka dari itu, rasanya tak salah jika orang Indonesia pun turut merayakan Hari Hutan Hujan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Juni. Nana dan Rina pun ingin berbagai inspirasi kepada kita semua untuk menjaga hutan dari tempat kita masing-masing.

1. Membuat konten dan membagikannya

Hutan merupakan sumber inspirasi. Lihat saja, begitu banyak keanekaragaman hayati, keindahan alam, bunyi-bunyian, dan kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Ini semua bisa menjadi sumber konten yang anti mainstream.

“Senang sekali melihat budaya masyarakat sekitar hutan yang punya nilai kedekatan mereka dengan alamnya. Ada tradisi unik yang mereka miliki saat memilah pohon yang akan mereka gunakan untuk keperluannya, berapa usia yang cukup saat pohon tersebut bisa dipotong. Hal itu mengajarkan arti kecukupan dan kesederhanaan, bagaimana mengambil apa yang ada di alam sesuai kebutuhan. Nilai-nilai yang ada di masyarakat tersebut membuat saya punya sudut pandang baru dalam melahirkan sebuah karya,” kata Nana yang mengaku banyak terinspirasi budaya bangsa dalam karya-karyanya, salah satunya komik Mera Puti Emas.

“Tema-tema hutan bisa menjadi tema yang anti mainstream karena menawarkan konten yang baru. Sekarang ini sangat mudah mencari informasi di berbagai kanal media sosial, namun yang sering menjadi tantangan adalah faktor kemauan itu sendiri. Sebagai pelaku kreatif kita bisa ikut berperan dalam menyebarkan kesadaran cinta hutan melalui konten yang dibuat. Sebagai komikus kita bisa membuat komik bertemakan hutan, videografer bisa membuat video pendek atau storyteller bisa menceritakan banyak hal tentang hutan kita,” tambahnya.

Rina merasa bahwa isu hutan bukan tak mungkin dijadikan bahan obrolan tongkrongan. “Misalnya saat kita sedang duduk di café dan minum kopi dengan teman, kita bisa bilang bahwa kopi yang enak, kopi dengan kualitas yang baik berasal dari pohon kopi yang ternaungi kanopi pepohonan di hutan. Kanopi-kanopi tersebut dijaga oleh  masyarakat setempat. Artinya, dengan minum kopi yang diusahakan oleh komunitas yang menjaga hutan tersebut, kita  ikut mendukung aksi jaga hutan,” tambah Rina.

2. Jalan-jalan ke hutan kota

Jika merasa naik gunung atau pergi ke hutan belantara terlalu rumit dan jauh, kita bisa mulai dengan jalan-jalan di hutan kota. Hutan kota bisa menjadi lokasi pilihan untuk menenangkan diri dan meredakan stres akibat rutinitas pekerjaan. Di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan beberapa kota besar lainnya, sudah tersedia hutan kota. Tak hanya pepohonan, fasilitas publik seperti jogging track pun seringkali disediakan. Bayangkan nikmatnya berlari sambal menghirup udara segar. Enak bukan? Atau berpiknik bersama beberapa teman, melepas rindu sambil menjaga jarak di udara terbuka? Bisa juga jadi alternatif di masa pandemi ini.

Rina yang sering berkunjung ke Kebun Raya Bogor pun beberapa kali berpiknik di sana bersama keluarga dan temannya. Tapi bukan itu saja, ia pernah membuat peta spesies tumbuhan.  “Ternyata di Kebun Raya Bogor saja punya ribuan jenis tumbuhan, tidak terbayang kalau di hutan seluruh Indonesia, ada puluhan ribu spesies mulai dari hewan dan tumbuhan, makanya hutan Indonesia dikenal sebagai megabiodiversity.” kata Rina.

Bagi Nana, taman kota dengan berbagai jenis pohon selalu memberikan kedamaian dan menjadi sumber ketenangan, terutama saat setiap kali ia bisa berjalan-jalan di sekitarnya sambil menikmati suasana dan kesejukan yang dihasilkan pepohonan.

“Yang paling berkesan saat berkunjung ke kawasan yang punya banyak pepohonan di bilangan The Breeze Bumi Serpong Damai. Walaupun lokasinya di tengah kota, kita bisa menemui banyak jenis pohon dan berbagai spesies serangga. Pengalaman ini jarang ditemui saat  berada di tengah kota yang mayoritas penuh dengan bangunan,” tambah Nana.

Baca juga: Ini lho 3 Hutan Kota yang Bisa Kamu Kunjungi di Jakarta

3. Ikut berdonasi dalam gerakan pelestarian hutan

Sebagai anak muda Indonesia yang tinggal di area urban, kita pun bisa punya andil dalam pelestarian hutan. Kita bisa gunakan apapun yang kita miliki, baik itu kemampuan kita berkarya seperti Nana, membagikan konten di media sosial, menambah pengetahuan dengan browsing di Internet mengenai hutan, ataupun menyisihkan sedikit dana demi pelestarian hutan.

“Bertepatan dengan Hari Hutan Hujan Tropis Sedunia, saya Ingin sekali mengajak teman-teman untuk bantu menjaga hutan dan makhluk hidup lainnya yang tinggal di hutan dengan cara berdonasi. Donasi pun bisa dimulai dengan Rp10.000 melalui platform www.donation.hutanitu.id. Selain ikut menjaga hutan dan makhluk hidup yang tinggal di hutan, dengan berdonasi, kita juga ikut berkontribusi bagi masyarakat yang tinggal sekitar hutan,” ajak Rina.

Nana menambahkan, “Sebagai anak muda yang punya kesibukan dan tak punya waktu untuk menanam pohon atau memelihara tanaman di rumah, dibanding membuat tanaman itu tak terurus lebih baik menyisihkan apa yang dimiliki untuk adopsi pohon setiap bulannya dan ikut donasi untuk pemeliharaan satwa yang terancam punah, contohnya orangutan.” Menurutnya hal ini sangat mudah dilakukan saat kita punya keterbatasan waktu tapi tetap ingin membantu pemeliharaan hutan dan satwa yang hidup di sana.

Bagaimana #SahabatHutan akan merayakan Hari Hutan Hujan Tropis 22 Juni 2021 ini? Maukah ikut ambil bagian dalam pelestarian hutan, terutama hutan Indonesia?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Copyright © 2021 Hutan Itu Indonesia. All Rights Reserved.
cross