Hutan Mangrove Penjaga Laut

Dipublikasikan oleh admin pada

Luas ekosistem mangrove Indonesia yakni 3,5 juta hektare yang terdiri dari 2,2 juta ha di dalam kawasan dan 1,3 juta ha di luar kawasan mangrove. Tersebar di 257 kabupaten/kota. Indonesia punya ragam jenis 202 jenis tumbuhan mangrove, terdiri dari 89 jenis pohon, 44 jenis herba tanah, 44 jenis epifit, 19 jenis pemanjat, 5 jenis palma dan 1 jenis paku (Mongabay, 2017).

Tahukah kamu manfaat dari hutan Mangrove?

Secara ekologis hutan mangrove berfungsi sebagai:

  1. Penangkal gelombang agar pantai tidak terjadi abrasi.
  2. Pelindung Pantai.
  3. Memecah gelombang laut.
  4. Ekosistem hutan mangrove layakna sebuah restoran untuk biota laut.

Karena mengenal manfaat ekologis saja tak cukup, manfaat ekonomis dari adanya hutan mangrove tentunya banyak sekali. Salah satunya pengolahan buah mangrove menjadi olahan pangan bisa snack, sirup, tepung serta bahan pewarna alami batik yang berwarna coklat kecemasan. Ada beberapa jenis buah yang dapat dikelola, yang paling umum adalah mangrove jenis pidada (Sonneratia caseolaris) dan pidada putih (Sonneratia alba) dan lindur (Bruguiera gymnorrhiza).

Sirup Pidada, Sumber dokumentasi : https://pgsp.big.go.id/

Saat ini olahan mangrove telah dikelola oleh banyak UMKM dibeberapa wilayah pesisir, salah satunya Batik Bakau di Semarang yang mengolah bahan pewarna batik, di Muara Gembong, Bekasi yang memproduksi krupuk dan snack dari mangrove jenis lindur. Tantangan utama dari hutan mangrove yang terjadi selama ini ini, yakni adanya alih fungsi menjadi tambak, perlu digali manfaat serta potensi dari mangrove bagi masyarakat awam serta melakukan edukasi kepada masyarakat Indonesia.

Sebagai orang yang hidup di negara Maritim, apakah kita rela potensi alam yang kita miliki tersebut tidak dapat lagi dinikmati oleh generasi yang akan datang? mari berpartisipasi untuk menjaga ekosistem yang ada di laut Indonesia, Jangan tanyakan apa yang Negara berikan kepada kita, tetapi tanyakan apa yang kita berikan kepada Negara. Ujar Aristo Hendrasto, Sekretariat jenderal Kemangteer Indonesia.

KeMANGTEER Jakarta: 1000 Mangrove Untuk Marunda; Berjuta Kebaikan, Dokumentasi Komunita.id

 

Sekilas mengenai kemangteer :

Kemangteer merupakan komunitas konservasi ekosistem mangrove. Nama Kemangteer sendiri merupakan akronim dari Kesemat Mangrove Volunteer, Kesemat adalah kelompok studi mahasiswa mangrove yang ada di FPIK UNDIP Semarang. Karena adanya kebutuhan jika kampanye mangrove tidak hanya dilakukan di Semarang, di tanggal 6 November 2009 terbentuklah Kemangteer Indonesia dengan harapan sosialisasi tentang mangrove dapat tersebar di berbagai regional di Indonesia. Sampai dengan saat ini Kemangteer sudah tersebar di 12 Regional, diantaranya Jakarta,Serang,Semarang, Jogja,Tangerang,Malang, Bengkalis, Dumai, Luwuk, Medan.

Bagaimana caranya untuk bergabung?

Sahabat bisa menghubungi media sosial Kemangteer sesuai domisili, Kemangteer terbuka untuk siapapun yang ingin belajar mengenai manfaat hutan mangrove.

Artikel dirangkum dari Instagram Live Festival Juni “Hutan Mangrove Penjaga Laut”

 

 


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *