[SIARAN PERS] Konser ‘Musika Foresta’ Cara Kreatif Rayakan Kekayaan Hutan Indonesia

‘Musika Foresta’: Dari musisi untuk hutan Indonesia
May 11, 2017
Deklarasi Bersama
May 14, 2017

[SIARAN PERS] Konser ‘Musika Foresta’ Cara Kreatif Rayakan Kekayaan Hutan Indonesia

Glenn Fredly, salah satu musisi pendukung Gerakan Hutan Itu Indonesia dalam konser Musika Foresta untuk merayakan Hari Hutan Indonesia. Kredit foto: HII/Elvin (IG: @elvinjohns)

 Lebih Dari 1.000 Orang Hadiri Konser untuk Rayakan Hari Hutan Indonesia

Jakarta, 13 Mei 2017 – Lebih dari 1.000 orang merayakan kekayaan hutan Indonesia dalam konser Musika Foresta di Balai Sarbini, Jakarta pada hari ini, yang diusulkan oleh Gerakan Hutan itu Indonesia dan ribuan penanda tangan petisi #Jagahutan untuk menjadi hari Hutan Indonesia yang diperingati setiap tahun.

Konser Musika Foresta didukung oleh musisi-musisi papan atas Indonesia seperti Glenn Fredly, Astrid, Achi Hardjakusumah, dan Alam Urbach, yang masing-masing telah menciptakan lagu khusus untuk mendorong perlindungan hutan setelah terinspirasi dalam perjalanan mereka ke hutan-hutan di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kalimantan Barat, dan Maluku di awal tahun ini. Lagu kolaborasi bertajuk “Cintailah Aku” yang diciptakan dan diproduseri Alam dan dinyanyikan oleh Glenn, Astrid, Melanie Subono, Nina Tamam, Arlan Djoewarsa, dan Jay Faiz, dengan iringan biola Achi, akan ditampilkan untuk pertama kalinya dalam konser ini.

“Mulai minggu depan, lagu-lagu ini akan bisa diunduh di berbagai platform digital dan dinikmati semua orang di 240 negara. Para musisi yang terlibat sudah sepakat bahwa seluruh hasil penjualan lagu akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang mendorong perlindungan hutan,” kata Riry Silalahi, Koordinator Musika Foresta di Gerakan Hutan Itu Indonesia, inisiator kegiatan ini. “Kami terharu sekali waktu mendengar ini, benar-benar terasa bahwa kita semua bisa bekerja sama untuk menjaga hutan sesuai dengan kemampuan, kesukaan, dan kebisaan kita masing-masing.”

Konser Musika Foresta sengaja diadakan pada tanggal 13 Mei 2017 karena bertepatan dengan peringatan penandatanganan moratorium izin baru di hutan primer dan lahan gambut oleh Presiden Joko Widodo di tahun 2015. Moratorium yang berlaku dua tahun ini telah diusulkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk diperpanjang karena perbaikan tata kelola hutan masih terus berlanjut, menurut laporan beberapa media.

Gerakan Hutan itu Indonesia telah mengusulkan tanggal 13 Mei untuk ditetapkan dan dirayakan sebagai hari Hutan Indonesia kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Usulan ini didukung hampir 3.000 penanda tangan Petisi #JagaHutan di platform Change.org dan akan terus dikampanyekan sepanjang tahun ini.

Hadi Daryanto, Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, mengapresiasi inisiatif positif generasi muda Indonesia untuk mencanangkan satu hari khusus untuk merayakan hutan Indonesia. “Saya percaya pemuda adalah salah satu tonggak yang mampu berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian hutan beserta seluruh sumber daya, kekayaan, ilmu pengetahuan, dan budaya di dalamnya. Saya menyambut baik perayaan perdana ini dan berharap generasi muda terus dapat berkarya dengan kreatif untuk melanjutkan upaya-upaya terkait perlindungan hutan.”

Leony Aurora, ketua Gerakan Hutan itu Indonesia, mengatakan, “Hutan Indonesia adalah salah satu yang terindah dan terkaya di dunia. Dengan adanya suatu hari nasional, kami ingin mengajak semua pihak untuk merayakan kekayaan hutan Indonesia dan ikut melindunginya; jangan sampai kita baru mulai menghargai hutan ketika kita sudah kehilangan hutan.”

Selain para musisi di atas, sejumlah musisi lain yaitu 5Romeo, Sandrayati Fay, dan The Weekend Rockstars, serta MC ternama Uli Herdinansyah dan Claudia Lengkey juga mendukung Konser Musika Foresta. Para pendukung acara ini menyumbangkan waktu dan tenaga untuk rangkaian Musika Foresta secara sukarela. Para penonton juga berkontribusi untuk perlindungan hutan, karena hasil penjualan tiket akan digunakan untuk mengadopsi lebih dari 200 pohon di hutan-hutan di Sumatra yang dijaga masyarakat yang didampingi KKI Warsi serta dalam program mybabytree yang dikelola WWF Indonesia.

Perayaan kekayaan hutan Indonesia ini juga dilakukan serentak di hari yang sama di enam kota besar lainnya, yaitu Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Palangkaraya, bersama Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (Kophi) dalam bentuk kegiatan lari untuk adopsi pohon, festival hutan, dan diskusi. Konser Musika Foresta di Jakarta terselenggara berkat dukungan para musisi dan pendukung acara serta kerja sama dengan para mitra, termasuk Yayasan Sekar Kawung, Change.org, Kompas.com, Tribunnews.com, Oz Radio Jakarta, Indika FM, Hard Rock FM Jakarta, Nawakara Group, dan Idoep Visual Storyteller. Lebih dari 80 sukarelawan Hutan itu Indonesia telah menyumbangkan waktu dan tenaga sejak awal tahun ini untuk menyukseskan rangkaian acara Musika Foresta.

———–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *