[Siaran Pers] Pesona Hutan

Rayakan Hari Lingkungan Hidup, Aktivis Lingkungan Gelar Lomba Lari #KuLarikeHutan
June 23, 2016
[Siaran Pers] Musika Foresta
January 19, 2017

[Siaran Pers] Pesona Hutan

Masyarakat Nagari Sarik Alahan Tigo (SANTIAGO), Sumatera Barat telah mempraktekkan praktek bertani organik. Ini adalah salah satu produk mereka. Foto: HII/Leoni Rahmawati

Temu Usaha Jejaring Penghasil dan Pembeli Produk Hutan
Bentuk Nyata Promosi Karya Hutan Indonesia

Jakarta, 7 September 2016 – Temu usaha dan diskusi antara jejaring komunitas penghasil dan pembeli produk hutan Indonesia merupakan bentuk nyata upaya untuk mendorong pemakaian karya hutan Indonesia dan mendekatkan hutan ke kehidupan sehari-hari seluruh masyarakat.

Temu usaha berjudul “Pesona Hutan” merupakan upaya kreatif untuk mempertemukan kelompok petani, komunitas adat, dan usaha desa dari seluruh nusantara dengan puluhan calon pembeli, penyalur, dan berbagai pihak baik lokal maupun internasional yang dapat membantu meningkatkan kapasitas. Pesona Hutan diselenggarakan pada tanggal 7 September 2016 di Gedung Sonokeling, Manggala Wanabakti, sebagai bagian dari Festival Rakyat PeSoNa (Perhutanan Sosial Nusantara) bertema ‘Saatnya Untuk Rakyat” yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Gita Syahrani, salah satu pendiri Gerakan Hutan Itu Indonesia sebagai penyelenggara acara ini, menjelaskan, “Hutan kita menghasilkan berbagai karya yang memiliki nilai ekonomi, baik itu berupa kerajinan tangan, bahan kuliner, maupun keindahan hutan yang menjadi daya tarik ekowisata. Kita perlu mempromosikan karya-karya ini bukan saja ke manca negara, tapi juga kepada masyarakat Indonesia, supaya hutan kita semakin dicintai semua orang.”

Temu usaha ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Gerakan Hutan Itu Indonesia dengan KLHK RI dan UNDP Indonesia, dengan dukungan dari Kedutaan Besar Norwegia. Melalui acara ini, diharapkan akan ada semakin banyak dukungan untuk masyarakat penghasil produk hutan yang lestari dan semakin banyak orang dapat menikmati karya hutan, seperti madu, mentega, sirup bunga hutan, kopi, aren, kain tenun yang dibuat dengan pewarna alam, kerajinan, dan tempat-tempat ekowisata.

Gita mengatakan, “Dengan aksi sesederhana membeli dan mempromosikan produk hutan yang dihasilkan dengan lestari, kita telah membantu melindungi hutan, yang merupakan salah satu kekayaan Indonesia yang paling berharga. Kita semua bisa melakukan sesuatu untuk hutan Indonesia.”

Selain diskusi, Pesona Hutan juga akan melakukan “speed networking” antar jejaring produsen dan pembeli, lelang hasil karya hutan, serta menyajikan makanan dan minuman yang menggunakan produk hutan. Untuk menindaklanjuti acara temu usaha ini, suatu katalog digital telah dibuat di Facebook untuk mejadi platform promosi dan jejaring lebih lanjut dari karya-karya hutan Indonesia tersebut.

“Kami sangat bangga bisa memperkenalkan sarung Orang Kajang yang biasa kami pergunakan untuk keperluan adat di desa kami pada acara ini,” tutur Ian Sardi, perwakilan Masyarakat Adat Kajang, Desa Tana Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukamba, Sulawesi Selatan. Sarung ini dibuat dari benang dan kapasa, sebuah tumbuhan kapas yang sudah langka, dan dipercantik dengan pewarna alam yang dihasilkan sesuai dengan perhitungan hari tradisional yang disebut a’nyila. “Kami berharap acara ini bisa menjadi pintu bagi kami untuk mempromosikan karya desa kami kepada masyarakat luas,” kata Ian.

Komunitas penghasil produk hutan yang hadir di Pesona Hutan mencakup, di antaranya, Hutan Nagari Koto Baru dan Hutan Nagari Simancuang, Pasundan Coffee, Kelompok Tani Lurang Basuang, Masyarakat Adat Baduy, Hutan Nagari Lubuk Alung dan Hutan Nagari Sungai Buluh, Pusat Koperasi Madu Hutan Kapuas Hulu, dan Masyarakat Adat Sungai Utik. Jejaring penyalur, pembeli, dan pendukung peningkatan kapasitas yang akan hadir termasuk Green Indonesia, The Goodlife, Beyond Treats/Beyond Meals, Javara, Kemchick, dan Kupu Kopi, serta perwakilan negara-negara sahabat.

“Dengan kolaborasi dan partisipasi begitu banyak pihak, akan semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati karya-karya hutan Indonesia dan menyadari pentingnya hutan untuk kita semua,” tutup Gita.

-selesai-

Tentang Gerakan Hutan Itu Indonesia

Hutan itu Indonesia merupakan gerakan terbuka yang percaya akan kekuatan pesan-pesan positif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hutan untuk kita semua dan membuka ruang spesial untuk hutan di hati seluruh masyarakat Indonesia. Hutan Itu Indonesia terbuka untuk semua pihak yang ingin bergabung, baik langsung di dalam organisasi maupun melalui kolaborasi untuk kegiatan bersama atau inisiatif lain yang sejalan. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan kunjungi www.hutanitu.id.

Kontak Media:

Hutan itu Indonesia: Verena Puspawardani di 081398272690 dan [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *